Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komunitas Adat Osing Dapat Latihan Kemandirian Lewat Ilalang

📅 Minggu, 07 Jul 2024, 09:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komunitas Adat Osing Dapat Latihan Kemandirian Lewat Ilalang Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Penyerahan cinderamata kepada praktisi anyaman ilalang Slamet Diharjo dalam Workshop "Rancang Ilalang, Kearifan Lokal Pemanfaatan Ilalang Dalam Masyarakat Osing Sebagai Bahan Eksterior dan Interior Bangunan, di Desa Tamansuruh, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/7/2024).

JAKARTA - Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berharap lokakarya bertema "Rancang Ilalang" yang diadakan komunitas adat Osing bisa melatih kemandirian dan menguatkan kelembagaan komunitas adat tersebut.

"Mendorong organisasi, lembaga, atau komunitas kepercayaan dan komunitas adat untuk meningkatkan kapasitas, mendorong mereka melatih kemandirian menyusun, melaksanakan rencana aksi sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka," kata Pamong Budaya Ahli Muda Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Aji Widayanto, dalam lokakarya"Rancang Ilalang, Kearifan Lokal Pemanfaatan Ilalang Dalam Masyarakat Osing Sebagai Bahan Eksterior dan Interior Bangunan," di Desa Tamansuruh, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.

Dalam kegiatan tersebut, kata dia, Kemendikbudristekberperan memfasilitasi lokakarya lewat program pemberdayaan lembaga kepercayaan dan komunitas adat. Sasaran dalam program pemberdayaan ini, lanjut dia, meliputi organisasi kepercayaan, lembaga/komunitas adat, perempuan kepercayaan dan perempuan adat, dan pemuda.

Ia menjelaskan dalam program pemberdayaan dilakukan asesmen kelembagaan, lokakarya/pelatihan penyusunan rencana aksi, implementasi rencana aksi, pembelajaran bersama, dan rencana tindak lanjut.

Tahun ini, kata dia, ada sekitar 30 kegiatan yang diadakan oleh 10 komunitas dan 20 organisasi kepercayaan.

"Workshop harapannya kami tidak hanya sekedar seremoni, tapi ada tindak lanjut yang dilakukan komunitas sesuai dengan hasil diskusi," kata Aji Widayanto.

Ada empat aspek yang ditekankan di dalam kegiatan penguatan kelembagaan melalui program pemberdayaan yakni penguatan manajemen internal, pembentukan kader, perluasan akses jejaring, dan partisipasi di dalam perubahan kebijakan.

Lokakarya yang diadakan oleh Sekolah Adat Osing Pesinauandi Desa Tamansuruh, Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung pada 6 - 7 Juli 2024. Adapun narasumber yang dihadirkan antara lainJam'i Abdul Gani selaku Juru Kunci Pesarean Buyut Cungkingdan Budi Hartono, sertaSlamet Diharjo selaku praktisi anyaman ilalang.

Materi lokakarya meliputi mitos ilalang, filosofi, dan konstruksi berbahan ilalang pada masyarakat adat Osing, praktik dan pengenalan teknik dasar anyaman ilalang untuk atap rumah, dan praktik pemilihan bahan, pengolahan bahan, dan pemanfaatan anyaman ilalang sebagai bahan interior.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.