Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menaker Ida Akan Pelajari Fasilitas Pelatihan Vokasi di Tiongkok

📅 Rabu, 03 Jul 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menaker Ida Akan Pelajari Fasilitas Pelatihan Vokasi di Tiongkok Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah di Wisma Indonesia di dalam kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Tiongkok pada Selasa (2/7/2024).

Beijing - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Ida Fauziyah dijadwalkan mengunjungi fasilitas pelatihan vokasi di Tiongkok baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.

"Kami juga tahu bahwa peningkatan kapasitas, 'skill' dan kompetensi di Tiongkok tinggi, jadi kami juga mau belajar bagaimana kompetensi itu dikelola. Kami ingin melihat 'vocational training' yang dikelola pemerintah dan swasta," kata Menaker Ida Fauziah di Wisma Indonesia di dalam kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Tiongkok pada Selasa.

Ida Fauziah melakukan kunjungan kerja bersama dengan sejumlah pejabat di lingkungan Kemenaker antara lain Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemenaker Estiarty Haryani dan pejabat terkait lainnya.

"Kita sekarang sedang menikmati bonus demografi, penduduk usia produktif di Indonesia sampai 2035 melimpah hampir 70 persen, itu suatu anugerah yang harus kita jaga dengan baik agar bisa memberikan dampak bagi pembangunan nasional," ungkap Ida.

Dengan bonus demografi tersebut, pihak luar, menurut Ida, mau berinvestasi ke Indonesia yang menyediakan tenaga kerja dalam usia produktif.

"Tapi harus kita jaga karena waktunya pendek. Kita harus siapkan 'skill' kompetisinya, terlebih penduduk yang bekerja saat ini sebanyak 56 persen tingkat pendidikannya adalah S1 ke bawah bawah atau bekerja di sektor padat karya," tambah Ida.

Terlebih dengan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akhir-akhir ini, maka kebutuhan untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja Indonesia semakin mendesak.

"PHK tinggi di industri padat karya seperti tekstil, alas kaki yang rata-rata dengan 'low skill' dan memang kebanyakan di antaranya adalah perempuan, itu tantangan kita. Jadi saat investasi dari Tiongkok sudah cukup tinggi, yang harus kita pastikan adalah apakah kita sendiri siap dengan 'skill' sesuai dengan investasi yang masuk?" jelas Ida.

Kemenaker, menurut Ida, saat ini bekerja untuk menggarap pasar lapangan kerja baik di dalam maupun di luar negeri.

"Lapangan kerja di luar negeri juga kita garap serius karena saat ini kita mengalami bonus demografi ketika banyak negara mengalami 'aging population', mereka sedang kekurangan penduduk usia kerja jadi mereka melirik ke negara yang sedang mengalami bonus demografi termasuk Indonesia," tambah Ia.

Dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia usia produktif namun tidak diimbangi dengan lapangan kerja, menurut Ida, malah dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan sosial.

Nilai investasi Tiongkok di Indonesia berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada periode 2019 - kuartal I-2024 mencapai 30,2 miliar dolar AS dengan 21,022 ribu proyek.

Sedangkan pada 2023 saja total investasinya adalah 7,3 miliar dolar AS (sekitar Rp120 triliun). Dengan nilai tersebut, Tiongkok menempati urutan kedua terbesar investasi di Indonesia setelah Singapura.

Berdasarkan catatan BKPM, lima sektor utama investasi Tiongkok di Indonesia sejak 2019 adalah pertama, industri pengolahan logam dasar senilai 12,8 miliar dolar AS atau 41 persen dari seluruh sektor investasi Tiongkok.

Kedua, sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi senilai 7,9 miliar dolar AS (26 persen dari total investasi), ketiga, sektor listrik, gas dan air senilai 2,5 miliar dolar AS (8 persen dari total investasi).

Keempat, industri kimia dan farmasi senilai 2,4 miliar dolar AS (8 persen) dan kelima, sektor kawasan industri, perumahan dan perkantoran sebesar 2 miliar dolar AS (7 persen).

Adapun lima negara dan daerah yang paling banyak berinvestasi di Indonesia adalah Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Jepang dan Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
  • Rumput Laut & Agar-agar RI Masuk AS Bebas Tarif Tambahan 10%
    Preview komentar:
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.