Indonesia Bakal Repatriasi Sembilan Kerangka Diduga Tentara Jepang

Sabtu, 29 Jun 2024, 00:15 WIB

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI bakal merepatriasi atau memulangkan kembali sembilan kerangka manusia yang ditemukan tim teknis gabungan Indonesia-Jepang di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, dan diduga kuat merupakan kerangka tentara Jepang yang gugur pada perang dunia kedua.

"Melalui penemuan ini, kami berharap ada narasi yang bisa dibangun ketika wisatawan Jepang datang ke Biak Numfor. Jadi bukan hanya mau melihat tulang dari leluhurnya, tetapi mereka datang, belajar, dan mengerti bahwa dampak dari perang dunia ternyata begitu hebat sampai ke daerah yang sangat terpencil," ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Hilmar menjelaskan, kesembilan kerangka tersebut akan dikaji dan diidentifikasi terlebih dahulu oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Nanti selanjutnya dilakukan kajian oleh BRIN bersama pihak Jepang untuk menentukan DNA, asal-usul, mengidentifikasi, dan mengkonfirmasi apakah benar dari Jepang atau tidak, agar bisa diproses informasinya, dan setelah itu dikembalikan ke Biak Numfor, perjanjiannya begitu," ujar dia.

Ia juga mengemukakan proses menuju repatriasi sudah dijalankan oleh Kemendikbudristek, Pemerintah Jepang, dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor sejak tahun 2019.

"Sudah ada kerja sama yang beberapa kali dilakukan, baik dengan Pemerintah Jepang, Kemendikbudristek, maupun Pemkab Biak Numfor. Setelah serah terima ini, sembilan kerangka tersebut menjadi tanggung jawab kita, untuk selanjutnya diproses," ucapnya.

Terkait keputusan akan mengembalikan sembilan kerangka tersebut ke Jepang atau tidak, Hilmar menyatakan pihaknya masih melakukan diskusi dengan Pemerintah Jepang, tetapi kemungkinan besar sembilan kerangka tersebut akan tetap disimpan di Biak Numfor.

"Ada banyak metode repatriasi, salah satunya yang sebetulnya paling dicari adalah resolusi, salah satu kemungkinannya, ya sudah biarkan di tempat orang itu berada, dan banyak sekali di seluruh dunia ini kalau kita lihat, makam-makam dari tentara yang bukan berasal dari negaranya, tetapi wafat di situ, tidak mesti selalu dikembalikan," ujarnya.

Sementara itu, Staff Ahli I Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Biak Numfor Fransisco Olla mengemukakan, melalui penemuan sembilan kerangka diduga tentara Jepang tersebut, dapat menjadi pengungkit daya tarik wisatawan ke Biak Numfor.

"Kami berharap agar penemuan tulang-belulang diduga tentara Jepang ini menjadi salah satu pengungkit pariwisata yang ada di Kabupaten Biak Numfor. Kita berharap kunjungan wisatawan Jepang tidak punah, karena ada hubungan emosional, historis, sejarah perang dunia kedua, di mana ada kurang lebih 3.000 tentara Jepang yang mati di Gua Jepang," ujar Fransisco.

Untuk diketahui, Tim Teknis Gabungan Indonesia dan Jepang dibentuk sebagai tindak lanjut perjanjian yang disepakati pada 25 Juni 2019 mengenai ekskavasi, koleksi, dan repatriasi kerangka atau peninggalan tentara Jepang yang gugur pada perang dunia kedua di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Perjanjian tersebut kemudian diperpanjang pada 21 Juni 2022 dan berlaku hingga 24 Juni 2025. Tim Teknis Gabungan melaksanakan kegiatan di Pulau Biak pada 20-30 Mei 2024 dengan hasil penemuan sembilan kerangka tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.