Pontianak dan Banjar Berlakukan Sekolah Daring
Senin, 31 Agu 2026, 03:17 WIBPONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masih memberlakukan sekolah secara daring hingga sepekan ke depan, karena kabut asap yang masih pekat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
âAktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat,â kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Minggu (30/8).
Kebijakan sekolah secara daring untuk tingkat TK, SD, dan SMP itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA yang semakin meningkat setiap harinya. âKita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah,â ujar Edi.
Meskipun sejumlah kegiatan diliburkan, ia memastikan pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan. âKita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH,â ujarnya.
Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi darurat asap dan menyiapkan langkah penanganan untuk melindungi masyarakat.âMasyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar,â tuturnya.
Kebijakan memperpanjang sekolah secara daring juga berlaku untuk tingkat SMA, dan sesuai surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta se-Kalimantan Barat tertanggal 29 Agustus 2026. Sehingga setidaknya, dalam Agustus 2026 proses pembelajaran secara daring karena adanya kabut asap, sudah berlangsung selama tiga pekan.
Lindungi Siswa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) juga menyiapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap akibat karhutla, sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.
Langkah tersebut ditempuh menyusul meningkatnya kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar sehingga kondisi kualitas udara menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik di satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah untuk memantau kondisi udara dan menyiapkan penyesuaian pembelajaran berdasarkan situasi di masing-masing wilayah.
âKeselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi perhatian utama. Kami terus memantau kondisi sekolah-sekolah dan menyiapkan langkah alternatif apabila situasi kabut asap semakin memburuk,â ujar Liana Penny.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 20 persen akibat musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Minggu (30/8), mengatakan terdapat peningkatan kasus ISPA di sejumlah kabupaten/kota seiring kondisi kemarau. âPeningkatan tersebut masih berada pada kisaran 10â20 persen, masuk peningkatan kasus fluktuatif wajar karena siklus musiman,â kata Jaya.
Berdasarkan data Dinkes Kaltim sejak Januari sejumlah daerah mencatat kasus ISPA cukup tinggi.Kota Balikpapan tercatat sebanyak 66.468 kasus, disusul Samarinda 48.230 kasus, Kutai Kartanegara 29.153 kasus, dan Kutai Barat 7.562 kasus. Ant/S-2
- Dampak Karhutla
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.