Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ida Ungkap Perlunya Kolaborasi Tekan Risiko Kanker Serviks

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ida Ungkap Perlunya Kolaborasi Tekan Risiko Kanker Serviks Doc: Istimewa
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyatakan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk mendorong deteksi dini terhadap kanker serviks pada pekerja perempuan sebagai bagian dari penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja.

Dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (19/6), Ida menjelaskan bahwa pemerintah telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim berisi empat pilar utama, yaitu layanan vaksinasi, skrining, dan tata laksana, edukasi, pelatihan dan penyuluhan, kemajuan teknologi dan monitoring, serta pengelolaan dan kebijakan.

"Ini merupakan bagian dari upaya keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih luas, di mana peran serta pengusaha dan kerja sama dengan pemerintah sangat penting untuk mengurangi risiko kanker serviks pada pekerja perempuan di Indonesia," ujar dia.

Saat berbicara dalam acara aksi peningkatan kesehatan tenaga kerja perempuan di Bekasi, Menaker menyampaikan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang ditemukan di Indonesia setelah kanker payudara. Merujuk data dari The International Agency for Research on Cancer (IARC), dia menjelaskan pada 2022 terdapat 408.661 kasus baru dan 242.988 kematian akibat kanker di Indonesia. IARC juga memprediksi peningkatan 77 persen kasus kanker pada 2050.

Untuk itu, Ida menyoroti pentingnya pemeriksaan IVA (inspeksi visual asam asetat) secara rutin bagi perempuan yang telah aktif secara seksual, secara khusus pekerja perempuan. Menurut dia, pemeriksaan rutin dapat mendeteksi perubahan pada serviks sebelum berkembang menjadi kanker, memungkinkan penanganan dini dan meningkatkan kemungkinan kesembuhan 100 persen.

Secara khusus, dia mengatakan OASE Kabinet Indonesia Maju dan Kemnaker telah berkolaborasi dalam mengoptimalkan program deteksi dini kanker serviks. Sejak 2015 hingga 2024, program ini telah menjangkau 20.440 pekerja perempuan di 14 perusahaan di berbagai wilayah Indonesia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.