Menantikan RDG BI
Kamis, 20 Jun 2024, 08:39 WIBJAKARTA - Penguatan rupiah usai libur panjang diperkirakan bersifat terbatas. Karenanya kurs rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah, hari ini (20/6).
Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong memperkirakan pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS dibuka cenderung datar. Selain itu, investor masih menunggu atau wait and see menantikan pernyataan dan kebijakan terbaru dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI).
Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (20/6), bergerak di kisaran 16.300-16.400 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Rabu (19/6), ditutup menguat 47 poin atau 0,29 persen dari sehari sebelunya menjadi 16.365 rupiah per dollar AS. Penguatan terjadi di tengah menurunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
"Rupiah menguat dipengaruhi oleh faktor eksternal menurunnya yield obligasi AS 10 tahun, optimisme penurunan bunga oleh The Fed di triwulan IV-2024 sementara pelaku pasar masih menunggu data-data ekonomi AS yang akan rilis minggu ini," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Rully menuturkan imbal hasil (yield) obligasi AS 10 tahun menjadi 4,22 persen.
Dari domestik hari ini, Bank Indonesia (BI) memulai rapat dewan gubernur (RDG) dan akan mengumumkan hasil rapat pada Kamis (20/6). Terkait hasil RDG, BI diperkirakan akan tetap menahan suku bunga BI-Rate di 6,25 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
-
BPJPH Pasang Aturan Ketat, Produk Impor Tanpa Sertifikat Halal Terancam Tersingkir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.