Kemenkes-BKKBN Perkuat Kemitraan Tingkatkan Ketahanan Keluarga
Rabu, 19 Jun 2024, 11:55 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkuat kemitraan strategis di bidang kualitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan ketahanan keluarga.
"Kemenkes fokus untuk memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi setiap keluarga sebagai institusi terkecil sumber kekuatan pembangunan bangsa," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (19/6).
Hal tersebut disampaikan Menkes dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024 yang jatuh pada 29 Juni 2024 mendatang.
Ia menjelaskan, kemitraan tersebut akan fokus pada bidang kesehatan reproduksi.
"Termasuk kesehatan reproduksi, dengan program peningkatan ketahanan keluarga," ujarnya.
Menurutnya, demi menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas, kemitraan tersebut dimulai dengan pemeriksaan atau skrining anemia pada remaja putri, edukasi dan pemeriksaan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, dan pengasuhan balita.
"Skrining anemia, konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, pemenuhan makanan bergizi, dan edukasi bagi calon pengantin penting untuk mencegah ibu hamil Kekurangan Energi Kronis -KEK- dan anemia, sehingga dapat mencegah stunting," katanya.
Budi juga menegaskan, pengasuhan balita yang baik dan pemenuhan makanan bergizi penting agar anak berhasil tumbuh dan berkembang secara optimal.
"Melalui kerja sama yang erat dan didukung partisipasi masyarakat, maka setiap keluarga Indonesia mampu menyadari pentingnya menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kampanye edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi.
"Ini juga perlu diperkuat, yang dilakukan sejak usia remaja, calon pengantin, pasangan usia subur -PUS-, ibu hamil, bersalin, dan nifas," katanya.
Ia juga menyebutkan pentingnya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), termasuk kader dan tim pendamping keluarga, melalui pelatihan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan dan evaluasi program.
Menkes juga mengutarakan bahwa keluarga merupakan fondasi utama bangsa, sehingga melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor, maka Indonesia dapat meningkatkan kualitas hidup setiap anggota keluarga, mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
"Jadikan momen Hari Keluarga Nasional ini sebagai kesempatan untuk merenungkan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan negara, serta bersama-sama berupaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berkualitas, menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Penerapan mandatori biodiesel B50
-
Pendapatan DKI Jakarta Capai Rp29,29 Triliun, PBB Jadi Penyumbang Terbesar
-
Regulasi AI Perlu Masuk Pemilu
-
Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik
-
Rupiah Hari Ini Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Pemicu Utama
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina Perebutkan Gelar Juara
-
Komisi IX DPR Gelar Raker dengan Menteri Kesehatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.