Menko PMK: Pesantren Mesti Cetak Santri Berkontribusi Bagi Bangsa
Selasa, 18 Jun 2024, 06:40 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, pesantren sebagai lembaga pendidikan mesti mencetak santri yang tidak hanya pandai ilmu agama, tetapi juga berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
"Pondok pesantren itu tidak hanya mencetak santri ahli agama yang mensyiarkan Islam bagi masyarakat, tetapi juga harus bisa membantu masyarakat menyelesaikan berbagai macam persoalan dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa, dan bernegara," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Muhadjir menyampaikan hal tersebut saat memberi ceramah pendidikan untuk membekali para santri di Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (15/6).
Ia juga menyebutkan, pengembangan pondok pesantren sebelumnya telah ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang mengamanatkan pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai lembaga yang dapat melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
"Alhamdulillah,Presiden Jokowi memberikan perhatian yang sangat besar terhadap keberadaan pondok pesantren melalui Undang-Undang Pesantren. Jadi, pesantren sekarang sah menjadi lembaga pendidikan, lembaga pengembangan, dan pemberdayaan masyarakat, karena sudah mendapatkan payung hukum," ujar dia.
Menko PMK juga mengemukakan, dorongan kepada pesantren untuk memberikan pendidikan agama dan pengetahuan umum yang berimbang, telah sejalan dengan perintah agama yang menyatakan keberadaan kedua hal tersebut tidak boleh berat sebelah.
"Kita ini diperintah oleh Allah, Tuhan yang Maha Esa, untuk menyeimbangkan kehidupan antara dunia dan akhirat, antara duniawi danukhrowi, antara ilmu-ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum, tidak boleh berat sebelah," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga turut mengapresiasi upaya Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono yang telah memberikan konsep pembelajaran inklusif dengan memadukan ilmu-ilmu agama dan ilmu keduniawian.
"Saya kira pondok pesantren ini salah satu yang mengembangkan cara belajar yang inklusif, jadi tidak melulu ilmu agama, tetapi juga ilmu keduniawian," ucapnya. Ant/and
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cara Ubah Desil DTSEN di Aplikasi Cek Bansos 2026 Pakai HP, Ini Syarat & Langkah-langkahnya!
-
Jakarta-Purwakarta Naik Kereta Cuma Rp10 Ribu, Cek 7 Tempat Wisata Terkenal di Kota Pensiun
-
Atraksi Budaya Liong dan Barongsai Hibur Masyarakat Bogor
-
Percepat Pembangunan Wilayah Kepulauan, Pemerintah NTB Usul Pelimpahan Izin Kelola Pulau-pulau Kecil ke Daerah
-
Minim Laporan Korban, Kekerasan Seksual di Ponpes Bagai Fenomena Gunung Es
-
JF3 Food Festival 2026 Hadirkan Ribuan Menu Nusantara Selama 45 Hari
-
Program Estafet Karir Kemnaker Bantu Alumni MagangHub Dapat Pekerjaan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.