Cegah Penyelundupan, BNPP Komitmen Perketat Pengawasan Jalur Tikus di Sekitar PLBN Motaain

Senin, 17 Jun 2024, 03:45 WIB

Jakarta - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama TNI, Polri, dan Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) berkomitmen memperketat pengawasan pada jalur-jalur perlintasan tidak resmi atau jalur tikus yang berada di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan rilis yang diterima di Jakarta, Minggu, Kepala PLBN Motaain Engelberthus Klau mengatakan bahwa kerja sama dan sinergisitas memang diperlukan untuk memperkuat pengawasan pada jalur-jalur tersebut.

Salah satu contoh yang perlu diawasi, kata dia, adalah imbas kebijakan Pemerintah Timor Leste yang tidak lagi mengizinkan perguruan pencak silat di sana untuk menyelenggarakan kegiatan pengesahan anggota perguruan di Dili.

"Kami tidak menginginkan kejadian pada Agustus 2021 sebanyak 705 warga negara asing (WNA) asal Timor Leste dideportasi melalui PLBN Motaain kembali terulang. Pada waktu itu, sebagian besar warga Timor Leste yang dideportasi adalah anggota perguruan silat karena tidak memiliki kelengkapan dokumen," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Satuan Pelayanan PLBN Motaain, Nina Liban, mengatakan peningkatan pengawasan pada jalur perlintasan tidak resmi harus dilakukan guna mencegah masuknya media-media pembawa hama penyakit hewan karantina.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan hewan, tumbuhan dan manusia.

Selain itu, Komandan Kompi Pertempuran (Dankipur) I Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI - RDTL Yonif RK 742/SWY Pos Motaain, Ginanjar, mengatakan antara Satgas Pamtas dan para pihak di PLBN harus saling bekerja sama dan terus memperkuat koordinasi untuk pengamanan perbatasan di sekitar PLBN Motaain.

"Dengan adanya kerja sama dan koordinasi yang baik, pengamanan dan pengawasan pada titik-titik perlintasan tidak resmi akan makin kuat, sehingga dapat meminimalisir aktivitas perlintasan ilegal, dan mencegah masuknya sumber-sumber penyakit melalui media-media pembawa penyakit," kata Ginanjar.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.