Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dana BOS Harus Tumbuhkan Perekonomian

📅 Senin, 10 Jun 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dana BOS Harus Tumbuhkan Perekonomian Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah.

Dana BOS harus berdampak pada pertumbuhan perekonomian sehingga anggaran pendidikan tidak hanya sekadar biaya, tapi juga investasi.

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menilai, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, APBN harus berdampak di masyarakat, begitu juga dengan dana BOS dan anggaran pendidikan secara umum.

"Jadi di sini pemanfaatan dari dana BOS ini harapannya kami sebagai DPR RI juga harusnya berdampak terhadap perekonomian. Nah, itu yang sebenarnya juga tidak pernah dikaji," ujar Ferdiansyah, dalam diskusi pendidikan secara daring, Minggu (9/6).

Dia menyebut, agar BOS berdampak pada masyarakat, maka pembelanjaan BOS untuk barang yang ada di daerah sekitar sekolah jangan menggunakan E-Commerce. Menurutnya, dengan ada dampak ekonomi, maka anggaran pendidikan tidak hanya sekadar biaya, tapi juga investasi.

"Misalnya 20 persen anggaran fungsi pendidikan digelontorkan dalam konteks untuk dunia pendidikan. Harusnya juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Terkait evaluasi anggaran, Ferdiansyah menilai harus ada penambahan indikator penentuan BOS. Adapun saat ini, indikator untuk penentuan BOS yaitu Indeks Kemahalan Konstruksi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Indeks Peserta Didik.

Dia menambahkan, BOS harus juga memperhatikan kondisi di masing-masing daerah. Tidak hanya wilayah 3T, tapi juga daerah-daerah tertentu yang memiliki problem pendidikan.

"Konteks masalah yang dihadapi di daerah tentu berbeda-beda. Idealnya, seharusnya BOS ini dibagi berdasarkan per kabupaten/kota. Memang ini sulit, tapi bisa kita bagi per zona," katanya.

Penyaluran BOS

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengungkapkan, penyaluran dana BOS pada tahun 2023 telah dilakukan kepada 217.752 satuan pendidikan atau 99,87 persen.

Menurutnya, peningkatan satuan biaya BOS telah disesuaikan dengan karakteristik daerah berdasarkan indeks kemahalan konstruksi tiap wilayah kabupaten/kota, dan peserta didik.

"Khusus wilayah 3T, rata-rata peningkatan satuan biaya BOS sebesar 49,63 persen dan BOP sebesar 50,89 persen," terangnya.

Nadiem menambahkan, sebanyak 392.709 atau 91,28 persen satuan pendidikan aktif menggunakan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) untuk pemanfaatan dana BOS. Sedangkan, 273.647 Satuan Pendidikan telah menggunakan ekosistem Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) untuk penggunaan dana BOS.

"13,8 triliun telah dibelanjakan melalui ekosistem SIPLah, 52 ribu penyedia barang/jasa telah terhubung dengan 18 mitra e-commerce SIPLah, serta 5,7jt Produk tersedia pada SIPLah, baik produk umum maupun UMKM," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.