Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB 'Kutuk Keras' Serangan Militer Myanmar terhadap Warga Sipil

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 10:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB 'Kutuk Keras' Serangan Militer Myanmar terhadap Warga Sipil Doc: AL Jazeera
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres.

PBB - Sekjen PBB Antonio Guterres "mengutuk keras" serangan yang dilakukan militer Myanmar yang dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil di negara bagian Rakhine barat dan wilayah Sagain utara dalam beberapa hari terakhir.

"Sekretaris Jenderal… mengutuk keras serangan baru-baru ini oleh militer Myanmar yang dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk di Negara Bagian Rakhine," kata juru bicara Guterres Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan pada Kamis (6/6).

Bentrokan telah mengguncang Rakhine sejak Tentara Arakan (AA) menyerang pasukan junta yang berkuasa pada bulan November, mengakhiri gencatan senjata yang telah dilaksanakan sejak kudeta militer pada tahun 2021.

AA mengatakan pihaknya memperjuangkan otonomi yang lebih luas bagi penduduk etnis Rakhine di negara bagian tersebut, yang juga merupakan rumah bagi sekitar 600.000 anggota minoritas Muslim Rohingya yang teraniaya.

Minggu ini dikatakan pasukan junta telah membunuh lebih dari 70 warga sipil Rakhine dalam serangan di desa Byain Phyu, di utara ibu kota negara bagian, Sittwe.

Junta mengatakan klaim itu adalah "propaganda".

Layanan telepon dan internet terputus di sebagian besar negara bagian Rakhine, sehingga membuat komunikasi menjadi sulit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.