Pertumbuhan IKM Olahan Kopi Dipacu
Jumat, 07 Jun 2024, 08:53 WIBJAKARTA - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri olahan kopi, termasuk untuk skala industri kecil dan menengah (IKM). Apalagi Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam, menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).
"Upaya yang telah dilakukan Kemenperin dalam pengembangan industri pengolahan kopi agar bisa berdaya saing, antara lain memfasilitasi bantuan peralatan produksi, program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta program promosi melalui kegiatan pameran di dalam dan luar negeri," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (6/6).
Dipaparkan Agus, pada 2022 dan 2023, Indonesia memproduksi kopi sebanyak 11,85 juta kantong, yang meliputi kopi arabika sekitar 1,3 juta kantong dan kopi robusta hingga 10,5 juta kantong. Potensi ini yang perlu dioptimalkan oleh pelaku industri dalam negeri untuk memacu nilai tambah kopi sehingga dapat mendongkrak kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi.
Selain mendorong tumbuhnya industri olahan, Kemenperin juga mendorong peningkatan kompetensi SDM industri pengolahan kopi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menyelenggarakan Program Diklat 3 in 1. Dalam program ini, peserta diklat bisa mendapatkan tiga manfaat sekaligus, yakni dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan pada industri yang membutuhkan.
"Kemenperin mengimplementasikan pola pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini," ujar Kepala BPSDMI, Masrokhan.
Salah satu program Diklat 3 in 1 yang dilaksanakan adalah Upskilling Pengolahan Kopi untuk IKM, yang digelar di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada 3-9 Juni 2024. Kabupaten tersebut merupakan salah satu daerah penghasil kopi Robusta dan Arabika. Wilayah penghasil kopi di Bantaeng tersebar di Kecamatan Tompobulu, Eremerasa, Bantaeng, Sinoa, dan Uluere, ungkap Masrokhan.
Wujud Kolaborasi
Selain untuk memenuhi kebutuhan industri, pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi sistem 3 in 1 ini merupakan wujud nyata kolaborasi yang dilakukan antara pemerintah dengan industri. Program pelatihan ini terlaksana atas sinergi dan peran aktif sejumlah pihak, mulai dari pemerintah, mitra industri dan asosiasi, serta masyarakat pada umumnya.
"Kami sampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya dalam pelaksanaan kegiatan ini Upskilling Pengolahan Kopi untuk IKM," tutur Kepala Pusdiklat SDM Industri Kemenperin, Saiful Bahri.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Polisi Jamin Keamanan Sejumlah Gereja dalam Perayaan Natal di Jakarta Utara
-
Bensin Reguler di Kamboja Tembus 5.450 Riel, Sektor Transportasi Mulai Tercekik
-
Furnitur Jogja Go Eropa! IKM Lokal Kalahkan Kompetitor, Rebut Panggung Global
-
Bapanas Pastikan Harga Beras SPHP dan Minyakita di Nabire sesuai HET
-
Mensos: Pencairan BLTS Tak Ada Pungutan Biaya Apapun
-
FIFA Jatuhkan Sanksi ke Thom Haye dan Shayne Pattynama, PSSI Didenda Rp1 Miliar
-
Vietjet Ajak Wisatawan Nikmati Liburan Akhir Tahun ke Vietnam dengan Promo Menarik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.