Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Indonesia Tetap Sehat Didukung Konsumsi yang Kuat

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Indonesia Tetap Sehat Didukung Konsumsi yang Kuat Doc: ANTARA/ Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Chief Investment Officer for Southeast Asia and India at HSBC Global Private Banking and Wealth, James Cheo (kanan), berbicara dalam konferensi pers HSBC Global Private Banking Investment Outlook untuk Kuartal III-2024 di Jakarta, Selasa (4/6/2024).

JAKARTA - Chief Investment Officer for Southeast Asia and India at HSBC Global Private Banking and Wealth, James Cheo, mengatakan ekonomi Indonesia tetap sehat didukung oleh konsumsi dalam negeri yang kuat.

"Ekonomi Indonesia tetap sehat berkat dukungan dari tingkat konsumsi yang kuat," kata James dalam konferensi persHSBC Global Private Banking Investment Outlookuntuk Kuartal III-2024 di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan data produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2024 Indonesia menunjukkan pertumbuhan berada di level 5,1 persen secara tahunan.

Angka tersebut tercapai berkat konsumsi domestik, meskipun investasi dan ekspor sedikit melemah. Bidang layanan jasa adalah titik cerah yang ditopang oleh pariwisata.

Memasuki semester kedua tahun 2024, James mengatakan pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat dengan adanya pengaruh penanaman modal asing dan pengeluaran infrastruktur.

Ia memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,2 persen di 2024, lebih tinggi dari 5 persen pada 2023.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mengejutkan banyak pihak dengan menaikkan suku bunga acuan BI-Rate di bulan April menjadi sebesar 6,25 persen untuk mengatasi pelemahan rupiah dan inflasi yang kembali sedikit mengalami kenaikan. Menurut dia, sekarang juga muncul ketidakpastian akan arah suku bunga.

Oleh sebab itu, pihaknya menunda waktu pemangkasan suku bunga pertama untuk BI-Rate menjadi di kuartal IV-2024.

"Kami menunda waktu pemangkasan suku bunga pertama di Indonesia menjadi di kuartal IV tahun 2024," ujarnya.

BI sepertinya akan tetap berhati-hati untuk memangkas bunga, dan memilih untuk menunggu langkah dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Ia memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga di AS akan terjadi di September 2024.

"Untuk Indonesia, kinerja pasar masih akan bergejolak dalam beberapa bulan mendatang. Oleh karena itu, kami dalam posisi netral terhadap pasar saham Indonesia," tutur James.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi triwulan I-2024 tercatat 5,11 persen secara year on year (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen (yoy).

"Perkembangan ini didukung oleh permintaan domestik," kata Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Mei 2024 di Jakarta, Rabu (22/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.