BMKG: Warga Cilacap Waspadai Dampak Kekeringan Meteorologis
Senin, 03 Jun 2024, 14:58 WIBCILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mewaspadai dampak kekeringan meteorologis yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
"Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah Periode Dasarian I Juni 2024 yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Cilacap menjadi salah satu kabupaten dengan status Waspada Kekeringan Meteorologis," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin.
Dalam hal ini, kata dia, kekeringan meteorologis merupakan kondisi kekeringan akibat curah hujan yang kurang.
Ia mengatakan selain Cilacap, 10 kabupaten di Jawa Tengah juga berstatus Waspada Kekeringan Meteorologis, yakni Kebumen, Purworejo, Blora, Demak, Grobogan, Rembang, Kendal, Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Bahkan, lanjut dia, dua kabupaten lainnya di Jawa Tengah telah berstatus Siaga Kekeringan Meteorologis, yakni Jepara dan Pati.
"Dalam peringatan dini tersebut juga disebutkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Dasarian I Juni 2024 ini masih berada pada periode musim hujan dan terdapat beberapa wilayah yang sudah masuk periode musim kemarau," katanya.
Menurut dia, hal itu terlihat masih adanya potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang diprakirakan akan berlangsung hingga tanggal 3 Juni 2024, antara lain di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo.
Akan tetapi, kata dia, pada 4-10 Juni 2024 tidak ada potensi hujan lebat di wilayah Jawa Tengah.
"Sementara berdasarkan tinjauan parameter iklim secara umum, suhu permukaan laut di wilayah perairan sekitar Jawa pada Juni 2024 diprediksi normal hingga dingin dan menghangat mulai Agustus 2024. Dengan demikian, musim kemarau diprediksi berlangsung normal," kata Teguh.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Budi Setyawan mengatakan sejak pertengahan Mei 2024 hingga Minggu (2/6), pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 9 tangki untuk warga terdampak kekeringan di 5 desa, yakni Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten, Desa Karanggintung dan Gintungreja di Kecamatan Gandrungmangu, serta Desa Cimrutu dan Rawaapu di Kecamatan Patimuan.
Menurut dia, BPBD Kabupaten Cilacap siap memenuhi bantuan air bersih berapa pun kebutuhan masyarakat asalkan pemerintah desa setempat mengajukan permohonan secara resmi ke Pemerintah Kabupaten Cilacap.
"Berdasarkan hasil pemetaan, di Kabupaten Cilacap terdapat 105 desa di 20 kecamatan yang rawan kekeringan pada musim kemarau. Tahun 2023 kemarin, bantuan air bersih kami salurkan untuk warga terdampak kekeringan di 86 desa dari 20 kecamatan, sedangkan pada musim kemarau kali ini baru untuk 5 desa di 3 kecamatan," katanya.
- BMKG
- kekeringan
- Cilacap
- Kabupaten Cilacap
- Antisipasi kekeringan
- Rawan Kekeringan
- Kekeringan Meteorologis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kemenhaj: Seluruh Jamaah Haji Indonesia telah Tiba di Tanah Suci
-
Manchester City Berencana Buat Patung Pep Guardiola
-
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba Tembakau Sintetis di Klender dan Duren Sawit, Dua Orang Ditangkap
-
Mewaspadai Cuaca Ekstrem di Selat Bali
-
Ebola Darurat Internasional! Afrika Waspada Penyebaran Virus Mematikan ke 10 Negara
-
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini
-
600 Ha Sawah di Nagan Raya Aceh Alami Kekeringan Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.