- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ebola Darurat Internasiona...
Ebola Darurat Internasional! Afrika Waspada Penyebaran Virus Mematikan ke 10 Negara
Minggu, 24 Mei 2026, 06:05 WIBADDIS ABABA - Uganda mengonfirmasi tiga kasus baru Ebola pada Sabtu (23/5), sementara Palang Merah menyatakan tiga relawannya meninggal dunia di negara tetangga, Democratic Republic of the Congo, di tengah peringatan bahwa virus mematikan tersebut berpotensi menyebar ke lebih banyak negara di Afrika.
World Health Organization sebelumnya telah menetapkan wabah demam berdarah Ebola yang sangat menular itu sebagai darurat internasional.
Pada Sabtu, badan kesehatan Uni Afrika memperingatkan bahwa lebih banyak negara di benua Afrika berisiko terdampak virus Ebola selain Kongo dan Uganda.
âKami memiliki 10 negara berisiko,â kata Kepala Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC), Jean Kaseya.
Ia menyebut negara-negara tersebut meliputi Angola, Burundi, Central African Republic, Republic of the Congo, Ethiopia, Kenya, Rwanda, South Sudan, Tanzania, dan Zambia.
Korban Pertama yang Diketahui
Palang Merah pada Sabtu menyatakan tiga relawan asal Kongo meninggal dunia di wilayah Ituri setelah diduga tertular Ebola.
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menjelaskan ketiga relawan tersebut sedang melakukan penanganan jenazah pada 27 Maret dalam misi kemanusiaan yang tidak terkait Ebola.
âPada saat intervensi dilakukan, masyarakat belum mengetahui adanya wabah Ebola⦠Mereka termasuk korban pertama yang diketahui,â kata IFRC.
Ebola telah menewaskan lebih dari 15.000 orang di Afrika dalam setengah abad terakhir.
Pada Jumat, WHO menaikkan tingkat risiko Ebola di Kongo ke level tertinggi, yakni âsangat tinggiâ.
WHO menyatakan risiko di Afrika Tengah berada pada level âtinggiâ, sementara risiko global masih tergolong ârendahâ.
Wabah kali ini diduga telah menyebar diam-diam selama beberapa waktu dan disebabkan oleh varian Bundibugyo yang lebih jarang ditemukan. Hingga kini belum ada vaksin maupun pengobatan yang disetujui untuk strain tersebut.
Pada Kamis, Uganda menghentikan sementara transportasi umum menuju Kongo setelah mengonfirmasi dua kasus pertama Ebola, yakni satu kasus infeksi dan satu kematian yang melibatkan warga Kongo yang melintasi perbatasan.
Uganda menyebut sopir yang dikonfirmasi positif pada Sabtu merupakan pengemudi kendaraan yang digunakan salah satu warga Kongo yang sakit saat masuk ke Uganda.
Sementara itu, seorang tenaga kesehatan terpapar virus saat menangani pasien asal Kongo tersebut.
Kasus ketiga merupakan seorang perempuan asal Kongo yang sempat mengunjungi Uganda dan dinyatakan positif Ebola setelah kembali ke Kongo.
Masalah Semua Orang
Wilayah timur Kongo telah dilanda konflik selama tiga dekade terakhir yang melibatkan banyak kelompok bersenjata.
Layanan pemerintah di wilayah pedesaan Ituri juga disebut hampir tidak hadir selama puluhan tahun.
Sementara itu, wilayah South Kivu dikuasai kelompok bersenjata M23 yang didukung Rwanda dan belum pernah menghadapi epidemi sebesar Ebola sebelumnya.
âIni adalah masalah semua orang,â kata Menteri Kesehatan Kongo, Samuel Roger Kamba, dalam konferensi pers di Addis Ababa bersama Jean Kaseya.
Ia mengatakan pemerintah di Kinshasa harus memiliki âkendali penuhâ atas wilayah Kongo untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.
- wabah ebola
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, Rabu (29/4), UBS, Antam, dan Galeri24 Fluktuatif
-
Jelang Piala Dunia, AS, Meksiko, dan Kanada Perketat Aturan terkait Ebola
-
Senjata Baru Lawan Banjir Rob: Rumah Pompa Ancol Tambah 5 Unit Pompa Raksasa
-
Program TMMD Membantu Mempercepat Pembangunan Desa
-
Jelang Hari Kartini, Permintaan Sewa Baju Adat Naik
-
Kasus Ebola di Kongo Mencapai 782 Orang, 181 di Antaranya Meninggal Dunia
-
WHO Ungkap Lonjakan Kasus Ebola Dekati 500, Wabah Afrika Makin Mengkhawatirkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.