Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

NATO Berencana Bekerja 'Lebih Erat' dengan Mitra di Indo-Pasifik

📅 Jumat, 31 Mei 2024, 15:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
NATO Berencana Bekerja 'Lebih Erat' dengan Mitra di Indo-Pasifik Doc: Antara/Xinhua
Ket. Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

LONDON - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg, Kamis (30/5), mengatakan bahwa aliansi tersebut berencana untuk bekerja sama "lebih erat lagi" dengan mitra-mitra di Indo-Pasifik.

"Kami ... berencana untuk bekerja lebih erat dengan mitra kami di Indo-Pasifik, Australia, Selandia Baru, Jepang dan Korea Selatan, termasuk teknologi siber dan melawan ancaman hibrida," kata Stoltenberg.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di ibu kota Republik Ceko, Praha, di mana pertemuan informal para menteri luar negeri NATO yang berlangsung selama dua hari terjadi.

Menyinggung situasi di lapangan di Ukraina, Sekjen NATO itu menyatakan bahwa Ukraina terus berperang dengan "berani" namun tantangan yang mereka hadapi "lebih besar dan terus bertambah."

"Ukraina masih bisa menang, tapi hanya dengan dukungan kuat yang berkelanjutan dari sekutu NATO," katanya.

Berbicara tentang agenda pertemuan tersebut, Stoltenberg mengatakan: "Pada pertemuan tingkat menteri kami, pertemuan tingkat menteri luar negeri besok, kami juga akan membahas bagaimana mengatasi ketidakstabilan di wilayah selatan kami, termasuk ancaman terorisme yang terus berlanjut."

'Apa yang Terjadi di Asia Penting bagi Eropa'

Pada konferensi bertajuk 75 tahun NATO: Bagaimana menjaga jalur, Stoltenberg berbicara tentang hubungan antara Rusia, Korea Utara, Tiongkok dan Iran dan berkata: "Apa yang terjadi di Eropa penting bagi Asia, apa yang terjadi di Asia penting bagi Eropa."

"Oleh karena itu, NATO akan tetap menjadi aliansi regional, Amerika Utara dan Eropa, tetapi kita perlu bekerja sama dengan mitra global kita," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa dia menyambut baik kepala negara dan pemerintahan dari Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan yang akan menghadiri KTT NATO pada Juli mendatang.

Mengenai Ukraina, dia menegaskan kembali bahwa 99 persen dukungan militer kepada Ukraina berasal dari sekutu NATO, namun dia mengatakan masih ada kebutuhan untuk meningkatkan dukungan.

"Kita perlu terus memberikan dukungan sebanyak mungkin," katanya, sambil menambahkan bahwa dukungan tersebut sangat penting tidak hanya bagi warga Ukraina tetapi juga "keamanan kita sendiri."

Dia juga menekankan bahwa beberapa negara memberlakukan pembatasan pada Ukraina atas penggunaan senjata sumbangan, sementara beberapa negara lainnya tidak menerapkan pembatasan tersebut.

Sekjen NATO itu mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan nasional.

Dia mengatakan bahwa sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali beberapa pembatasan untuk "memungkinkan warga Ukraina untuk benar-benar membela diri."

Sejak awal perang Rusia melawan Ukraina pada 24 Februari 2022, sekutu Barat telah meminta Ukraina untuk tidak menggunakan senjata sumbangan mereka untuk menyerang jauh di dalam wilayah Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK terkait Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Imigrasi

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.