Energi Terbarukan Hemat Biaya untuk Amankan Ketidakstabilan Harga Gas
Jumat, 31 Mei 2024, 00:06 WIBJakarta - Laporan Global Energy Monitor (GEM) mengungkapkan Asia Tenggara mampu memenuhi pertumbuhan energi lewat energi terbarukan dengan harga kompetitif serta emisi karbon yang rendah.
Adapun rata-rata biaya pembangkitan listrik (levelized cost of electricity/LCOE) energi surya di Asia Tenggara saat ini berkisar 70-95 dolar AS/megawatt hour (MWh) dan energi angin 105-135 dolar AS/MWh, dibandingkan gas 80-125 dolar AS/MWh.
"Permintaan energi terus meningkat di seluruh wilayah Asia Tenggara seiring dengan bertumbuhnya ekonomi, tetapi meningkatkan produksi gas bukan solusi jangka panjang. Memenuhi kebutuhan dengan energi terbarukan yang lebih hemat biaya, akan mengamankan wilayah Asia Tenggara dari harga gas yang tidak stabil, dan merupakan jalur yang lebih hijau ke depannya," kata Project Manager for Asia Gas Tracker Global Energy Monitor (GEM) Warda Ajaz sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Pihaknya mengusulkan agar negara-negara di Kawasan Asia Tenggara dapat mengembangkan energi hijau secara masif seperti energi surya dan angin, pasalnya dua sumber energi itu diproyeksikan mampu menjadi energi yang lebih terjangkau pada masa mendatang.
Berdasarkan laporan tersebut, pengembangan energi surya dan angin di Asia Tenggara, jika berhasil dibangun maka diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 450 terawatt hour (TWh) per tahun.
Jumlah itu setara 2/3 proyeksi permintaan listrik di wilayah ini pada 2030. Selain itu, GEM menegaskan pengembangan energi terbarukan domestik yang dilengkapi baterai penyimpanan energi bisa menjadi alternatif bagi negara Asia Tenggara untuk terbebas dari tekanan pergerakan harga gas di pasar global.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bareskrim Polri Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel terkait Dugaan Peredaran Gelap Narkoba
-
Dari Jersey hingga Denim, Barrel Pants Jadi Pilihan Baru Pecinta Fesye
-
17 Penerjun Kopassus Taklukkan Ketinggian 10.000 Kaki dalam Victory Jump di Monas.
-
Perkuat Konektivitas Indonesia-Singapura, Telkom Rampungkan Kabel Bawah Laut NCC
-
DPRD DKI Minta Pemprov Percepat Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai
-
Tiongkok Masukkan 20 Perusahaan Jepang ke Daftar Hitam Ekspor
-
Rayakan 25 Years of Excellence: Napindo Satukan 6 Sektor Strategis dalam 1 Panggung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.