Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Marcos Jr Khawatir Aturan Tiongkok

📅 Kamis, 30 Mei 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Marcos Jr Khawatir Aturan Tiongkok Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Penjaga Pantai Tiongkok l Kapal Penjaga Pantai Tiongkok mengintai kapal nelayan Filipina di sebuah lokasi di LTS pada Mei lalu. Pada Rabu (29/5), Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menyatakan kekhawatiran bahwa peraturan baru oleh Tiongkok yang dapat mengakibatkan penahanan orang asing di LTS.

MANILA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Rabu (29/5) mengatakan bahwa peraturan baru yang ditetapkan oleh Penjaga Pantai Tiongkok yang dapat mengakibatkan penahanan orang asing di Laut Tiongkok Selatan (LTS) merupakan suatu eskalasi dan mengkhawatirkan.

Tiongkok, yang memiliki sengketa kedaulatan maritim dengan Filipina dan negara-negara lain, mengeluarkan peraturan baru yang berlaku efektif pada 15 Juni yang akan menegakkan undang-undang penjaga pantai tahun 2021 dan mengizinkan penahanan orang asing yang dicurigai melakukan pelanggaran.

"Kebijakan baru yang mengancam itu akan menahan warga negara kita dan akan memperburuk situasi," kata Presiden Marcos Jr kepada wartawan saat kunjungan kenegaraan ke Brunei.

"Filipina akan menggunakan titik kontak manapun dengan Tiongkok untuk menghentikan tindakan agresif itu dan mengizinkan nelayan Filipina menangkap ikan di LTS," imbuh Presiden Filipina itu.

Jika tindakan agresif dapat dikelola, kata Marcos Jr, maka semua warga Filipina bisa menjalankan bisnis dengan cara yang damai.

Tiongkok secara rutin menuduh kapal-kapal melakukan pelanggaran di wilayah LTS yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif negara tetangganya dan tahun lalu telah berulang kali bentrok dengan Filipina.

Aturan tersebut bertujuan untuk membakukan penegakan hukum dan menegakkan ketertiban maritim dengan lebih baik, kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Rabu.

"Tidak perlu ada individu atau entitas yang khawatir selama tidak ada perilaku ilegal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers rutin.

"Pihak Filipina yang justru sering memprovokasi peningkatan situasi di LTS," imbuh Mao, seraya menambahkan bahwa Tiongkok selalu terbuka untuk berdialog.

Klaim Yurisdiksi

Presiden Marcos Jr telah mengambil tindakan yang lebih keras dibandingkan pendahulunya atas tindakan Tiongkok di LTS, yang diperkuat oleh dukungan dari sekutu pertahanan Amerika Serikat (AS), serta Jepang dan Australia.

Pada tahun 2016, pengadilan arbitrase internasional mengatakan klaim luas Tiongkok tidak memiliki dasar berdasarkan hukum internasional, sebuah keputusan yang ditolak oleh Beijing. Tiongkok bersikukuh bahwa catatan sejarah dan peta-peta kuno memperjelas bahwa mereka mempunyai kedaulatan atas sebagian besar laut dan pulau-pulau di sana.ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

37 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.