Filipina: Awasi Scarborough Shoal

Selasa, 21 Mei 2024, 02:59 WIB

MANILA - Filipina pada Senin (20/5) menantang Tiongkok untuk membuka Scarborough Shoal agar dapat diawasi secara internasional setelah Manila menuduh Beijing telah merusak lingkungan laut di dangkalan tersebut.

Ketegangan maritim meningkat di Laut Tiongkok Selatan (LTS) antara Manila dan Beijing ketika Filipina menuduh Tiongkok menggunakan meriam air dan menghalangi manuver melalui perairan dangkal dan terumbu karang yang disengketakan.

Ket. Foto: Usulan Pengawasan l Juru bicara Keamanan Nasional Filipina, Jonathan Malaya (kiri), mendampingi juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, dalam sebuah konferensi pers di Manila pada Senin (20/5). Pada konferensi pers itu, Malaya mengusulkan agar dangkalan di wilayah sengketa LTS, Scarborough Shoal, diawasi secara internasional. — Sumber: AFP/JAM STA Rosa

Penguasaan atas Scarborough Shoal, yang direbut oleh Tiongkok pada tahun 2012, termasuk dalam kasus Filipina di pengadilan arbitrase Den Haag, yang memutuskan pada tahun 2016 bahwa klaim Beijing atas 90 persen LTS tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

"Kami khawatir dan prihatin dengan situasi yang terjadi di sana," kata juru bicara Keamanan Nasional Filipina, Jonathan Malaya, pada konferensi pers.

"Konsensus pemerintah Filipina semakin berkembang mengenai perlunya mengajukan kasus terhadap Tiongkok atas perusakan terumbu karang, termasuk pemanenan kerang raksasa yang terancam punah di LTS," imbuh Malaya.

Foto-foto yang diambil oleh Penjaga Pantai Filipina dari tahun 2018 hingga 2019 menunjukkan individu-individu yang dikatakan sebagai nelayan Tiongkok, secara ilegal memanen kerang raksasa, pari, terumbu karang, dan penyu, sehingga merusak lingkungan laut di perairan dangkal tersebut.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan pada konferensi tanggal 20 Mei menyatakan bahwa pembiaran itu adalah bukti nyata bahwa negaranya ceroboh. "Mereka (nelayan Tiongkok) tidak terlalu peduli dengan lingkungan laut," ucap Tarriela.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar, namun Beijing berulang kali membantah pihaknya menghancurkan terumbu karang.

Sementara itu Malaya mengatakan: "Jika Anda benar-benar percaya pada apa yang Anda katakan, bukalah Bajo de Masinloc untuk pengawasan internasional. Itu (internasional) harus menjadi pihak ketiga."

Bajo de Masinloc mengacu pada nama Manila untuk Scarborough Shoal.

Taktik Intimidasi

Pekan lalu, penjaga pantai Tiongkok menerbitkan peraturan untuk menegakkan undang-undang tahun 2021 yang mengizinkan pihak berwenang menembaki kapal asing ketika kedaulatan dan hak kedaulatannya dilanggar.

Malaya mengatakan Tiongkok tidak memiliki wewenang atas laut lepas dan peraturan terbaru tersebut bertentangan dengan hukum internasional, dan menganggapnya sebagai taktik menakut-nakuti untuk mengintimidasi dan memaksa negara-negara tetangga di Asia.

"Filipina tidak akan terintimidasi atau dipaksa oleh Penjaga Pantai Tiongkok. Kami tidak akan pernah menyerah pada taktik menakut-nakuti ini," kata Malaya. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.