Paus Fransiskus: Memaksakan Visi yang Seragam Akan Timbulkan Kekerasan

Senin, 20 Mei 2024, 00:00 WIB

VERONA - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, mengatakan perdebatan dan ketegangan tidak bisa dihindari dalam masyarakat modern dan tidak boleh dibiarkan begitu saja. Upaya dan mencoba memaksakan visi yang seragam akan menumbuhkan frustrasi dan kekerasan.

Saat berpidato di pertemuan perdamaian di amfiteater Romawi di Kota Verona, Italia utara, Paus mengatakan masyarakat perlu belajar bagaimana menangani konflik sebelum konflik terjadi, namun juga menyadari bahwa memiliki pendapat yang berbeda adalah hal yang sehat.

Ket. Foto: Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia — Sumber: ISTIMEWA

"Masyarakat yang menyembunyikan konflik adalah masyarakat yang ingin bunuh diri. Masyarakat yang menangani konflik adalah masyarakat masa depan. Kelemahan kediktatoran adalah tidak mengakui pluralitas," kata Paus Fransiskus kepada sekitar 12.500 orang, di Verona, Sabtu (18/5).

Dikutip dari The Straits Times, ini adalah hari kedua kunjungan Paus ke Italia utara dalam tiga minggu, setelah kunjungannya ke Venesia bulan lalu, untuk menguji staminanya setelah berulang kali menderita penyakit selama setahun terakhir yang terkadang memaksanya untuk membatasi penampilan publiknya.

Seperti biasa, sekarang, Paus berusia 87 tahun itu berkeliling dengan kursi roda dan tampil dalam kondisi baik saat pertama kali bertemu dengan para imam dan anak-anak di kota itu, sebelum menghadiri konferensi perdamaian terbuka kemudian makan siang di penjara setempat bersama para tahanan.

Jangan Terseret Konflik

Paus Fransiskus mengatakan dunia sedang diserang oleh perang, namun ia menambahkan masyarakat biasa harus berusaha membangun jembatan dan menghindari terseret ke dalam konflik bersenjata atas perintah para pemimpin mereka.

"Ideologi tidak punya kaki untuk berjalan, tidak ada tangan untuk menyembuhkan luka, tidak ada mata untuk melihat penderitaan orang lain. Perdamaian tercipta dengan kaki, tangan, dan mata orang-orang yang terlibat," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.