Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan Palu untuk Cegah Wabah Demam Berdarah
Senin, 20 Mei 2024, 00:01 WIBPalu - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palumenggencarkanabatisasiatau pemberian serbuk Abate kepada warga di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu sebagai upaya pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan penyakit tersebutdan saat ini sejumlah kasus terdeteksi," kata Kepala Dinkes Kota Palu Rochmat Jasin di Palu, Minggu.
Ia menjelaskan sejak Januari hingga Mei 2024 ditemukan kurang lebih 159 kasus DBD di Kota Palu yang menyerang anak-anak maupun orang dewasa.
Oleh sebab itu pihaknya mengerahkan sekitar 14 puskesmas di Kota Palu melakukan upaya pencegahan dengan memberikan bubuk Abate.
"Dalam berbagai kesempatan kami memberikan obat ini kepada warga untuk ditaruh di tempat-tempat genangan air, termasuk bak mandi supaya nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak," ujarnya.
Dari 159 pasien dirawat di rumah sakit ditemukan dua kasus kematian akibat penyakit tersebut, pemerintah setempat terus melakukan langkah-langkah strategis dalam pencegahan maupun pengobatan pasien.
Ia mengemukakan angka prevalensi ini pada periode yang sama cenderung berkurang dibandingkan tahun 2023 dengan jumlah kasus sebanyak 255 orang, tiga diantaranya meninggal dunia.
"Pencegahan wabah ini harus dilakukan secara simultan, baik pemerintah maupun masyarakat dengan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, mengingat Kota Palu merupakan salah satu daerah endemik DBD di Sulteng," ucap Rochmat.
Menurut dia, langkah sederhana dilakukan warga sebagai langkah pencegahan yakni menguras bak mandi maupun wadah penampungan air secara rutin, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas atau mengubur dan memantau jentik nyamuk.
Menurut penelitian kesehatan, kata dia, saat ini nyamuk Aedes aegypti telah bertransformasi, yang sebelumnya jentik nyamuk berkembang biak di air bersih, kini air kotor juga menjadi tempat kembang biak.
"Bila terjadi demam tinggi segera larikan ke puskesmas atau rumah sakit, karena gejala DBD diawali demam, kami juga terus berupaya melakukan penanganan cepat, ini di maksudkan guna mencegah kematian," tutur Rochmat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tragedi Antiklimaks Prancis Jadi Momentum Emas Kebangkitan Spanyol
-
Liga Champions: Tottenham Dihantui Masa Lalu Saat Bertandang ke Markas Atletico
-
Satgas TMMD 'Masuk' ke Rumah Warga Bekasi Bawa Solusi Kesehatan & Keselamatan
-
Pikat Wisatawan, Festival Layang-layang Internasional di Garut akan Digelar di Kaki Gunung Papandayan
-
Yaman Dikepung Wabah DBD, 30 Orang Tewas
-
Akses Udara Kanada-Tiongkok Meluas, Penerbangan Langsung Kembali Bertambah
-
Sukses Raih Best Foundation 2026, Animate Beauty Bagikan Tips Pilih Complexion Sesuai Undertone
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.