Christine Hakim Kembali Perankan Karakter Pelacur di Film 'Empat Musim Pertiwi'
Kamis, 10 Sep 2026, 09:00 WIBJAKARTA - Aktris senior Christine Hakim berperan sebagai mantan pelacur dalam film baru sutradara Kamila Andini yang berjudul "Empat Musim Pertiwi" atau "Four Seasons in Java."
Pada acara peluncuran poster dan cuplikan penggoda film "Empat Musim Pertiwi" di Jakarta, Selasa, dia berbicara tentang perannya sebagai Mak Ira, seorang mantan pelacur yang tinggal sendiri di lereng Gunung Bromo.
"Wah, ini bukan pertama kali menjadi pelacur ya. Udah pernah dulu sekali, udah. Tapi memang beda sekali. Ini mantan pelacur, tapi mungkin di kegilaannya itu karena menjadi pelacur bertahun-tahun," katanya.
Christine Hakim, yang sebelumnya berperan sebagai perempuan malam dalam film "Ponirah Terpidana" (1984), menggambarkan Mak Ira sebagai perempuan yang suka ceplas-ceplos dan kerap melontarkan umpatan kasar.
"Kalau ada umpatan-umpatan, dialog, itu jujur aja, karena sutradara juga memberikan kebebasan buat itu, jadi bedanya itu. Kalau main film melodrama kan banyak perasaan-perasaan yang tertahan, gitu loh," katanya.
Untuk mendukung perannya, Christine Hakim harus menjalani proses pewarnaan rambut empat kali agar warna putihnya sesuai dengan yang diharapkan oleh sutradara.
Sutradara Kamila Andini menuturkan bahwa dia meminta Christine Hakim untuk menampilkan sisi dirinya dalam kehidupan sehari-harinya saat memerankan Mak Ira.
"Saya bilangnya, 'Bu, saya itu punya karakter nih, saya pingin yang main Ibu. Tapi di sini Ibu harus jadi kayak Ibu sehari-hari yang emang senang joget-joget, gila, gitu.' Walaupun Ibu aslinya enggak, enggak banyak mengeluarkan kata-kata seperti itu," katanya.
Christine Hakim menerima tawaran untuk berperan dalam "Empat Musim Pertiwi" karena yakin film produksi Forka Films itu memuat pesan moral kuat mengenai realitas sosial.
Melalui tokoh Mak Ira, menurut dia, film itu ingin menyentil kemunafikan orang-orang yang tidak bermoral tetapi selalu berbicara tentang moral.
Dalam film "Empat Musim Pertiwi", warung milik Mak Ira di lereng Bromo diceritakan menjadi tempat berlindung yang hangat bagi sang tokoh utama, Pertiwi (Putri Marino), yang sedang dikucilkan oleh warga desanya.
Film "Empat Musim Pertiwi" dijadwalkan ditayangkan serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026, setelah ditayangkan dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 serta festival film di Busan (Korea Selatan) dan Tokyo (Jepang).
Kamila Andini senang film barunya bisa diputar dalam ajang TIFF 2026.
"Senang banget karena Toronto itu salah satu festival dengan platform terbesar ya di dunia. Tahun ini akan ada 293 film yang diputar di festival tersebut dari seluruh dunia dan filmnya besar-besar juga, banyak sekali film besar-besar yang akan diputar di sana," katanya.
"Jadi, menjadi salah satu film yang diputar di festival ini tentu saja sebuah kehormatan selalu buat saya," ia menambahkan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Asli Bukan AI! Andy Lau Raih Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Hong Kong
-
Chris John, Legenda Tinju Indonesia Bakal Main Film Animasi "Dragon's Dojo"
-
Gempa Tujuh Magnitudo di NTT Terasa hingga Lombok
-
Selena Gomez Digugat Lima Investor atas Dugaan Penipuan terkait Bisnis Kesehatan Mental
-
Terus Bertumbuh, Pelindo Multi Terminal: Arus Barang Capai 59,59 Juta Ton di Semester I Tahun 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.