RI Harus Antisipasi Risiko Krisis Air
Jumat, 17 Mei 2024, 11:26 WIBJAKARTA - Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah nyata mengatasi masalah krisis air. Sebab sekitar dua miliar penduduk dunia mengalami masalah dengan akses air bersih, sementara separuhnya lagi mengalami kelangkaan air.
Tanpa ada perbaikan, kelangkaan air makin meluas dan menjangkau banyak populasi. Sebagai langkah awal, DPR RI membentuk Kaukus Air DPR RI atau "DPR RI Water Caucus". Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana, selaku inisiator mengatakan langkah itu sebagai bentuk aksi nyata DPR RI mengatasi masalah air di Indonesia dan dunia.
"Saat ini, kita prakarsai ini sehingga menjadi sebuah pengingat bahwa kita sudah memulai perjuangan melalui kaukus air," tutur Putu saat peluncuran DPR RI Water Caucus secara simbolis di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta pada Kamis (16/5).
Putu berharap Kaukus yang diprakarsai oleh para anggota dewan di periode ini bisa terus memperjuangkan isu-isu terkait air. Dia menegaskan komitmen dan kepedulian pada kelangsungan air bersih tak sekadar hadir pada momentum World Water Forum (WWF) alias Forum Air Sedunia ke-10 yang akan digelar nanti. Lebih dari itu, spirit perjuangan memenuhi hak rakyat terhadap air bersih juga harus dihembuskan oleh para legislator di periode selanjutnya.
"Mudah-mudahan Kaukus ini bermanfaat bagi masyarakat. Dan dari parlemen kita sangat peduli dengan isu air dan ini menjadi komitmen kita tunjukan dalam forum atau kegiatan sidang tapi komitmen kita berkelanjutan," ucapnya.
Indonesia menjadi tuan rumah WWF ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei mendatang. Berbeda dari gelaran sebelumnya, kali ini WWF resmi menggandeng Inter-Parliamentary Union dan rencananya akan dihadiri oleh lebih dari 50 parlemen negara anggota IPU.
Setidaknya ada 138 negara yang akan berpartisipasi dalam WWF 2024, dengan 51 negara di antaranya akan mewakili parlemen dunia dan organisasi internasional. Setiap gelarannya, WWF memiliki tema yang berbeda, tema dari WWF 2024 adalah "Water Shared Prosperity" atau Air untuk Kemakmuran Bersama.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, menilai masalah mengenai air merupakan salah satu masalah krusial. Permasalahan mengenai air ini masih terlalu banyak, bahkan untuk di Indonesia sendiri.
"Ada dua miliar penduduk dunia yang mempunyai masalah dengan air bersih. Separuh penduduk dunia itu punya masalah dengan kelangkaan air. Saya kira ini harus jadi satu perhatian bersama, harus menjadi satu isu politik, termasuk bagaimana kita juga di dalam negeri menyiapkan undang-undang pelayanan air, terkait dengan air bersih dan sanitasi. Masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya air. Kita suka take it for granted, karena air banyak kita jadi suka menghambur-hamburkan air," jelas Fadli Zon.
Bangun Bendungan
Sebagai upaya mengatasi kelangkaan air, pemerintah baru saja meresmikan Bendungan Ameroro dan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Peresmian dilakukan di Bendungan Ameroro Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
Saat peresmian, Menteri PUPR mengatakan pembangunan bendungan bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Anda Warga Tangerang? Pemkab Buka Pendaftaran Mudik Gratis "Online" Kuota Hanya 2.800 Orang
-
Darurat Pendidikan Sri Lanka: Ribuan Sekolah Kekurangan Guru
-
Makassar Jadi Tuan Rumah Lokakarya APEC Pengelolaan Kesehatan Anak
-
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
-
MUI Keluarkan Fatwa untuk Pajak yang Berkeadilan Buntut Keresahan Masyarakat akibat Kenaikan PBB
-
Liga Champions: Gagal Masuk Delapan Besar, Mbappe Akui Real Madrid Layak Jalani Play-off
-
Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.