Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Remaja Siswa SMP Ini Tidak Melanjutkan Sekolah karena Merawat Orang Tua Sakit, Pemkab Kediri Turun Tangan

📅 Selasa, 14 Mei 2024, 05:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Remaja Siswa SMP Ini Tidak Melanjutkan Sekolah karena Merawat Orang Tua Sakit, Pemkab Kediri Turun Tangan Doc: ANTARA/ HO-Pemkab Kediri
Ket. Petugas datang langsung ke rumah Aditya Daiva Ardhani (13) di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Jawa Timur, Senin (13/5/2024). Petugas membantu keluarga Adit termasuk pengurusan sekolah remaja yang masih duduk di bangku SMP itu.

Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membantu remaja SMP yang terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena merawat kedua orang tuanyayang saat ini sedang sakit.

Camat Gurah, Kabupaten Kediri Moch. Imron mengemukakan tim dari pemkab ke lokasi rumah remaja yang bernama Aditya Daiva Ardhani (13) di Dusun Kuningan, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Tim itu terdiri dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

"Kami menindaklanjuti apa yang diperintahkan oleh Bupati Kediri, pertama memastikan keberadaan warga kami. Karena keluarga ini (status kependudukannya) masih warga Blitar," kata Imron di Kediri, Senin.

Ia juga mendatangi secara langsung rumah Adit, sapaan akrab Aditya Daiva Ardhani tersebut, bertemu dengan kedua orang tuanyayakni Samini (39) dan Priyanto (48). Mereka mengalami sakit stroke, sehingga tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti masyarakat normalnya. Untuk beraktivitas harus menggunakan kursi roda.

Ia menambahkan, awalnya, Adit dan keluarga bertempat tinggal di Kota Blitar. Kemudian, Adit bersama kedua orang tuanyasebelum Lebaran 2024 pindah ke Kabupaten Kediri yang merupakan kampung halaman ibunya. Adit juga harus merawat kedua orang tuanyayang mengalami stroke sehingga terpaksa tidak melanjutkan sekolah.

Adit dan kedua orang tuanyatinggal di rumah yang sederhana. Bahkan, untuk kebutuhan rumah tangga termasuk listrik dan makan dibantu keluarga.

Imron menambahkan setelah dilakukan peninjauan lapangan, Adit beserta keluarga menginginkan pindah kependudukan menjadi warga Kabupaten Kediri sekaligus pindah di SMPN Plosoklaten 1, sekolah terdekat dari rumah yang ditempati saat ini.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Fadeli mengatakan pihaknya masih mengurus perpindahan Adit agar bisa kembali menempuh pendidikan di sekolah yang diinginkan. Tak berhenti di situ, ke depan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berupaya memfasilitasi sekolah Adit.

"Dinas pendidikan memastikan mutasi anak tersebut (Adit) dari SMPN 2 Blitar ke SMPN 1 Plosoklaten. Untuk beasiswa kami usulkan melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA)," kata Fadeli.

Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri Ainur Rozi mengatakan sudah membuat laporan terkait kondisi rumah yang ditinggali keluarga Adit.

Dalam kunjungan tersebut, diketahui kondisi bangunan rumah yang ditempati Adit bersama kedua orang tuanyakurang layak. Bangunan itu sudah permanen, namun sebagian bangunan rumah tanpa atap, dan beberapa ruang mengalami kerusakan.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan desa untuk melakukan pembenahan berkala. Dalam jangka dekat, pemkab bersama pemerintah desa setempat akan memperbaiki atap rumah tersebut.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak desa, dalam jangka dekat, prioritasnya merehab atap rumah," kata dia.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto menambahkan pihaknya memberikan bantuan bahan pokok. Ke depan, kepesertaan jaminan sosial yang dimiliki Adit dan keluarga juga akan dipadankan dengan kota asalnya setelah dilakukan pemindahan administrasi kependudukan.

"Setelah data kependudukannya sudah Kabupaten Kediri, nanti kami akan padankan. Kami akan koordinasi dengan Pemkot Blitar dan Kementerian Sosial supaya beliau tetap mendapatkan program bantuan tersebut," kata Ariyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.