Depok Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban

Selasa, 14 Mei 2024, 05:00 WIB

DEPOK - Santunan kepada keluarga atau ahli waris korban tewas dalam musibah kecelakaan rombongan bus SMK Lingga Kencana mulai diserahkan Pemkot Depok. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Depok, Mohammad Fitriawan, Senin (13/5), mengatakan, besaran santunan 10 juta rupiah per jiwa. Ada 10 ahli waris.

Selain santunan, Pemkot Depok juga menyerahkan beberapa berkas administrasi para korban, di antaranya, akte kematian dan rekening Bank BJB untuk pencairan uang santunan. "Kita doakan mudah-mudahan para korban diberi tempat terbaik," katanya.

Ket. Foto: Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono (kedua kiri) memberikan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban kecelakaan bus, di SMK Lingga Kencana, Depok, Senin (13/5). Ini merupakan langkah cepat Jasa Raharja merespons kecelakaan. Besaran santunan 50 juta rupiah perkerabat meninggal. Sedangkan korban luka diberi jaminan biaya pengobatan maksimal 20 juta rupiah. — Sumber: ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Fitriawan turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi para korban, sehingga cepat ditangani dan kembali ke Kota Depok. "Semoga ini menjadi peristiwa terakhir. Semua harus introspeksi dan memperbaiki program di sekolah," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah bus pariwisata rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di jalan raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Sabtu (11/5) sekitar pukul 18.45 WIB. Kecelakaan terjadi saat bus yang membawa rombongan pelajar itu melintas dari arah Bandung menuju Subang.

Kemudian ketika melewati jalan menurun, bus secara tiba-tiba oleng ke kanan hingga menyeberangi ke jalur berlawanan sampai menabrak kendaraan minibus jenis Feroza D 1455 VCD. Setelah menabrak kendaraan di jalur berlawanan itu, bus terguling dan miring. Posisi ban kiri berada di atas. Bus sempat tergelincir hingga menghantam tiga sepeda motor yang terparkir di bahu jalan.

Di saat tergelincir yang kondisinya menurun, bus terhenti setelah menghantam tiang listrik. Sebanyak 11 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Korban meninggal terdiri dari 10 pelajar SMK Lingga Kencana dan satu warga sekitar yang mengendarai motor.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.