• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • GrabAcademy Buka Lima Jalu...

GrabAcademy Buka Lima Jalur Pengembangan bagi Mitra, dari Pengemudi hingga Pengusaha

Selasa, 11 Agu 2026, 22:55 WIB

JAKARTA — Momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dimanfaatkan Grab Indonesia untuk memperluas akses pengembangan keterampilan bagi para mitranya. Perusahaan meluncurkan GrabAcademy sebagai wadah pembelajaran yang dirancang untuk membantu Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant meningkatkan kapasitas, mengembangkan usaha, serta menjajaki peluang penghidupan baru dalam ekosistem Grab.

GrabAcademy sebelumnya hadir sejak 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi. Kini, platform tersebut diperluas menjadi wadah pengembangan bertajuk “Mitra Naik Kelas” dengan lima jalur bagi Mitra Pengemudi, yakni Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.

Ket. Foto: Sesi foto bersama di acara peluncuran GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (11/8). platform pembelajaran dan pelatihan daring ini untuk memperluas akses pembelajaran bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant. — Sumber: Grab Indonesia

Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 204.000 mitra tercatat telah menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara bagi Mitra Merchant, GrabAcademy menyediakan kelas daring dan pelatihan tatap muka dengan materi yang mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.

Peluncuran GrabAcademy juga menjadi bagian dari rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam rangka HUT ke-81 RI. Melalui program tersebut, Grab mengajak Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, pengguna, pemerintah, komunitas, serta mitra strategis untuk membangun peluang pertumbuhan yang lebih inklusif.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman mengatakan, konsep “naik kelas” bagi Mitra Pengemudi tidak harus diartikan sebagai keharusan meninggalkan profesi yang selama ini dijalani.

Menurut dia, pengembangan kapasitas justru perlu dimaknai sebagai upaya memperluas kemampuan dan pilihan agar setiap individu dapat berkembang sesuai aspirasi masing-masing.

“Setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai Mitra Pengemudi,” ujar Maman melalui video alir dalam peluncuran GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas di Jakarta pada hari Selasa (11/8).

Ia menilai pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, serta peluang pengembangan usaha. Kehadiran GrabAcademy, menurutnya, menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas kesempatan tersebut.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, semangat kemerdekaan menjadi momentum untuk memastikan para mitra memiliki kesempatan berkembang sesuai kebutuhan dan aspirasi masing-masing.

“GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya,” kata Neneng pada kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, Grab ingin memberikan lebih banyak pilihan kepada para mitra, baik untuk tetap berkembang sebagai Mitra Pengemudi, membangun usaha, maupun mengembangkan kemampuan di bidang kreatif dan edukasi.

“Naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” ujarnya.

Lima Jalur Pengembangan bagi Mitra Pengemudi

Program “Mitra Naik Kelas” menghadirkan lima jalur pengembangan yang disesuaikan dengan beragam aspirasi Mitra Pengemudi. Jalur pertama adalah Mitra Melaju, yang membuka peluang bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar. Salah satu dukungan yang diberikan adalah akses melalui program sewa kendaraan.

Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi tercatat telah bertransisi dari roda dua ke roda empat. Salah satu mitra yang mengikuti jalur tersebut adalah Erna Junita. Ia mengatakan, akses terhadap kendaraan menjadi salah satu tantangan ketika ingin beralih dari GrabBike ke GrabCar.

Melalui GrabAcademy, Erna memperoleh informasi mengenai proses dan persiapan yang diperlukan, sekaligus kesempatan mengakses kendaraan melalui program sewa. Menurutnya, skema tersebut memberinya kesempatan untuk mengambil langkah baru tanpa harus memiliki mobil sendiri.

Jalur kedua adalah Mitra Pengusaha, yang ditujukan bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Materinya meliputi dasar-dasar usaha, pemanfaatan sarana digital, pengelolaan operasional, hingga penggunaan ekosistem GrabMerchant. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi disebut telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.

Jalur berikutnya adalah Beasiswa Mitra. Program ini membuka akses pendidikan tinggi bagi 4.732 Mitra dan anak Mitra, salah satunya melalui kemitraan dengan Universitas Terbuka yang disalurkan melalui Benihbaik.com. Program tersebut memungkinkan penerima beasiswa melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab mengklaim telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar. Penerima manfaat mencakup keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto mengatakan, pendidikan tinggi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membuka mobilitas sosial. Ia menilai sistem pembelajaran terbuka dan fleksibel memungkinkan para mitra menjalankan pekerjaan sekaligus melanjutkan pendidikan.

“Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” ujarnya.

Sementara itu, jalur Mitra Kreator memberikan pembekalan kepada Mitra Pengemudi yang ingin membangun kehadiran digital dan mengembangkan konten. Materinya mencakup pengembangan persona, pencarian ide, produksi dan penyuntingan video, interaksi dengan audiens, hingga pengenalan peluang monetisasi.

Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan tersebut, sementara lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop.

Adapun Mitra Instruktur memberikan kesempatan kepada Mitra Pengemudi berpengalaman untuk berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, dan membimbing mitra lainnya. Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat mengikuti jalur ini, dengan sekitar 183 mitra telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.

Pengembangan Kapasitas Mitra Merchant

GrabAcademy tidak hanya menyasar Mitra Pengemudi. Platform ini juga menyediakan pembelajaran bagi Mitra Merchant sesuai tahapan dan kebutuhan pengembangan usaha.

Melalui Kelas Reguler Daring, sekitar 10 kelas diselenggarakan setiap minggu. Materinya mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, serta media sosial.  Sepanjang 2025, kelas tersebut telah menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant.

Selain pembelajaran daring, Grab menyediakan sekitar 10–12 sesi pelatihan tatap muka setiap minggu bagi Mitra Merchant baru maupun mitra yang ingin meningkatkan kembali aktivitas usahanya. Materi pelatihan meliputi pengelolaan profil toko, promosi, periklanan, ulasan, media sosial, hingga pemanfaatan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Pelatihan tatap muka tersebut telah diikuti sekitar 1.200 Mitra Merchant dari sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, BSD, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Bandung. Untuk memberikan fleksibilitas, materi pembelajaran juga tersedia dalam bentuk artikel dan video singkat berdurasi satu hingga lima menit melalui Merchant Resource Center. Edukasi turut disalurkan melalui aplikasi GrabMerchant, WhatsApp, surat elektronik, serta kanal YouTube @GrabAcademyMerchant.

Grab juga menjalankan pelatihan kolaboratif bersama pemerintah daerah, komunitas UMKM, dan mitra eksternal. Salah satunya melalui program Kejar CUAN yang membekali pelaku UMKM dan Mitra Merchant dengan keterampilan memanfaatkan GrabFood, GrabMart, promosi, periklanan, serta teknologi untuk mengembangkan usaha. Peserta program ini juga mendapatkan pendampingan dan pemantauan setelah pelatihan.

GrabAcademy menjadi bagian ketiga dari rangkaian komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026. Sebelumnya, Grab menghadirkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Mitra Pengemudi berprestasi dan memberikan apresiasi melalui Bonus Hari Raya 2026.

Portal GrabAcademy dapat diakses masyarakat melalui laman GrabAcademy. Namun, pendaftaran Program Mitra Naik Kelas hanya diperuntukkan bagi Mitra Pengemudi Grab dan mengikuti persyaratan masing-masing jalur. Sementara informasi pembelajaran bagi Mitra Merchant tersedia melalui aplikasi GrabMerchant, Merchant Resource Center, kanal komunikasi resmi GrabMerchant, dan YouTube @GrabAcademyMerchant.

Ke depan, Grab menyatakan akan terus membuka kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas UMKM, serta mitra strategis untuk memperluas manfaat GrabAcademy.

Neneng mengatakan program tersebut dibangun berdasarkan aspirasi para mitra yang ingin terus belajar dan berkembang. GrabAcademy lahir dari aspirasi para mitra yang ingin terus belajar dan berkembang.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang praktis dan relevan agar mereka dapat meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan menjajaki peluang baru sesuai aspirasi masing-masing,” ujarnya.

  • Pelatihan
  • UMKM
  • Beasiswa
  • mitra pengemudi
  • Ekonomi Digital
  • Grab Indonesia
  • GrabAcademy
  • HUT ke-81 RI
  • Mitra Merchant
  • GrabScholar

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.