Bogor Komit Jaga Iklim Investasi

Jumat, 10 Mei 2024, 04:00 WIB

BOGOR - Iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Bogor akan terus dijaga. "Ini akan terus menjadi komitmen saya," tandas Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu, Rabu.Asmawa, di Cibinong, Rabu, mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menarik masuk investor untuk menanam modal di Bogor. Ini akan dan menyejahterakan masyarakat Bogor.

"Kami juga meminta dunia usaha untuk menggunakan tenaga kerja yang ada di Kabupaten Bogor, dan mendukung pertumbuhan UMKM," kata Asmawa. Pemkab Bogor berupaya untuk membuat iklim investasi kondusif untuk memberi kepastian dan rasa nyaman kepada para pengusaha.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/M Fikri Setiawan

Kemudian, kata dia, Pemkab Bogor juga memenuhi kebutuhan infrastruktur yang dapat menunjang aksesibilitas perekonomian, seperti infrastruktur jalan dan kemudahan izin. Asmawa memastikan bahwa Kabupaten Bogor merupakan tempat aman untuk berinvestasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor Irwan Purnawan mencatat nilai investasi di Bogor mencapai 12 triliun. Ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai 8,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) berkisar 3,16 triliun.

Nilai investasi tersebut, kata dia, melampaui target yang ditetapkan oleh Pemkab Bogor, yakni sebesar 9 triliun. "Capaian ini sebuah prestasi karena berhasil menempatkan Kabupaten Bogor dengan realisasi investasi tertinggi ketiga di Provinsi Jawa Barat tahun 2023," ujar Irwan.

Realisasi tertinggi diraih Kabupaten Bekasi dengan total investasi masuk 41,5 triliun dan kedua Kabupaten Karawang 35,1 triliun. Selain itu, realisasi investasi yang telah melampaui target itu, juga dibarengi dengan serapan tenaga kerja di Kabupaten Bogor yang mencapai 23.537 orang.

Secara keseluruhan, realisasi investasi PMA dan PMDN di 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat berdasarkan Laporan Kegiatan Penanam Modal (LKPM) tercatat lebih dari 153,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 192.414 orang. "Dari jumlah tersebut, investasi Kabupaten Bogor menyumbang 7,87 persen untuk realisasi investasi di Jawa Barat," kata Irwan.

Andalan

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Bogor Hery Antasari menyebut, sampai saat ini pendapatan dari sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif (parbudekraf) masih menjadi salah satu andalan pendapatan daerah Kota Bogor. "Sampai kini pendapatan dari sektor parbudekrad masih menjadi salah satu andalan pendapatan daerah Kota Bogor. Tahun lalu pendapatan dari sektor parbudekraf bahkan mencapai hampir sepertiga pendapatan asli daerah," kata Hery.

Menurutnya, sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang biasa diselenggarakan instansi, lembaga, maupun kementerian menjadi salah satu andalan.Hery menandaskan, kepindahan ibu negara (IKN) menjadi salah satu tantangan Kota Bogor untuk tetap bertahan dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

"Hal ini tentu memerlukan strategi bertahan dan mengembangkan diri lebih lanjut," ucapnya. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah serta Rencana Induk Ekonomi Kreatif menjadi salah satu fokus yang harus diselesaikan. "Kami sangat memerlukan dukungan dari Kemenparekraf," tandas Hery. Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor Ana Ismawati menyampaikan, PAD tahun lalu dari sektor pariwisata hampir 329 miliar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.