Waspadai, Bonus Demografi Bisa Berlalu dan Jadi Beban ke Depan
📅 Selasa, 07 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/MARTHA HERLINAWATI SIMANJUNTAK
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menekankan pentingnya Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas. Hal itu penting agar RI bisa mengoptimalkan manfaat bonus demografi sebelum penduduk memasuki masa lanjut usia.
Menanggapi pernyataan ADB itu, Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Rizal Edi Halim, mengatakan timing bonus demografi memang momentum yang bagus buat Indonesia, dengan catatan apabila bonus demografi itu dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendorong produktivitas dan daya saing nasional.
Sebaliknya, apabila bonus demografi tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik maka pada suatu waktu, terdapat periode ke depan yang mana Indonesia akan mendapatkan generasi yang nonproduktif atau aging population (generasi usia lanjut).
"Itu risiko jika bonus demografi ini tidak kita manfaatkan untuk menata dan mendorong kinerja tingkat kompetitif atau daya saing nasional," tegasnya.
Rizal menekankan jika tidak dimanfaatkan dengan optimal maka bonus demografi itu akan menjadi beban negara pada periode-periode mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita tidak bisa mengelola yang disebut upside risk atau risiko yang sebenarnya bisa menjadi value, namun tidak bisa dimanfaatkan dengan baik," papar Rizal.
Direktur ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga, yang ditemui Antara di sela-sela pertemuan tahunan ADB Ke-57 di Tbilisi, Georgia, Senin (6/5), mengatakan Indonesia saat ini diuntungkan oleh bonus demografi, tetapi populasinya akan mulai menua sehingga Indonesia mempunyai peluang untuk pertumbuhan produktivitas sampai saat penuaan mulai terjadi.
Untuk mendongkrak produktivitas, kata Tominaga, diperlukan peningkatan keterampilan dan pengembangan SDM, termasuk kebijakan dan peraturan yang kondusif bagi inovasi dan investasi ramah lingkungan. Dengan demikian, kontribusi SDM terhadap negara bisa jauh lebih optimal sebelum menjadi lanjut usia (lansia).
Sebaiknya Anda baca juga:
Bonus demografi, jelasnya, tidak akan berlanjut selamanya. Pada saat ini, produktivitas harus memiliki sistem yang dapat menjadikannya terus bertumbuh dengan pertumbuhan yang berketahanan.
"Untuk itu, giatlah melakukan investasi dan inovasi serta terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan manusia," katanya.
Lebih lanjut, Tominaga mengatakan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga berkaitan dengan kualitas pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, sehingga semua itu menjadi paket kebijakan yang komprehensif, tingkat kesehatan yang baik, otomatis mendorong produktivitas.
Dua Kali Lipat
Menurut laporan ADB, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di negara-negara berkembang kawasan Asia dan Pasifik akan meningkat hampir dua kali lipat pada 2050 menjadi 1,2 miliar jiwa atau sekitar seperempat dari total populasi, yang secara signifikan meningkatkan kebutuhan akan program pensiun dan kesejahteraan serta layanan kesehatan.
Pada saat yang sama, perekonomian mempunyai peluang untuk memperoleh "dividen besar" dalam bentuk produktivitas tambahan dari penduduk lanjut usia, yang dapat meningkatkan produk domestik bruto di kawasan ini rata-rata sebesar 0,9 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!