BI Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk Kebijakan ‘Hawkish’ The Fed dan Volatilitas Mata Uang
Senin, 06 Mei 2024, 12:51 WIBJAKARTA - Bank Indonesia (BI) siap melakukan intervensi di pasar mata uang, seperti yang terjadi ketika rupiah mencapai titik terendah dalam beberapa tahun pada bulan lalu.
Seperti dilaporkan Financial Times, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Edi Susianto membuat pernyataan tersebut ketika perekonomian Asia bersiap menghadapi gejolak mata uang menyusul sinyal Bank Sentral AS bulan ini bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Bank Indonesia menaikkan suku bunga secara tidak terduga pada akhir bulan lalu dan memperingatkan akan memburuknya risiko global. Kenaikan suku bunga merupakan langkah pencegahan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam targetnya, kata BI.
Indonesia menghadapi tantangan yang "luar biasa" dari faktor global dan domestik, kata Susianto dalam sebuah wawancara.
"Kami yakin kami siap menghadapi situasi terburuk" dari kebijakan The Fed yang lebih hawkish dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, katanya.
Negara-negara di seluruh dunia berusaha melindungi mata uang mereka dari penguatan dollar di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan menunda pemotongan suku bunga, sementara inflasi tetap berada di atas target 2 persen.
BI pada bulan April mengambil tindakan di pasar spot, non-deliverable forward, dan obligasi dalam "intervensi rangkap tiga" untuk mendukung rupiah, kata Susianto. Pemerintah juga meminta badan usaha milik negara (BUMN) membatasi pembelian dollar AS.
Jepang dan Vietnam juga telah melakukan intervensi untuk mendukung mata uang mereka. Bank sentral Malaysia dan Korea Selatan juga menyatakan siap melakukan hal tersebut.
Menambah tekanan yang lebih luas dari penguatan dollar, Indonesia juga mengalami siklus repatriasi dividen, kata Susianto.
Dia mengatakan repatriasi yang dilakukan perusahaan asing, yang semakin meningkatkan permintaan dollar, diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Mei, setelah itu rupiah akan menjadi "lebih terkendali".
Sejak kenaikan suku bunga bulan lalu, Indonesia telah mencatat arus masuk asing bersih ke obligasi pemerintah dan tagihan bank sentral, kata Susianto.
Secara terpisah, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pada konferensi pers pada Jumat (3/5), pihaknya akan melelang surat berharga rupiah dua kali seminggu, mulai minggu ini untuk menarik lebih banyak arus masuk.
Susianto mengatakan BI mendorong perusahaan untuk menggunakan instrumen lindung nilai dan mengupayakan pendalaman pasar sehingga kebutuhan akan intervensi bank sentral berkurang.
Setiap tindakan kebijakan moneter di masa depan akan "bergantung pada data", kata Susianto. Ia menolak berkomentar soal apakah BI siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Sebelum kenaikan suku bunga pada bulan lalu, para ekonom secara luas memperkirakan BI akan mulai menurunkan suku bunga pada akhir tahun ini, meskipun kini sejumlah pihak meyakini pelonggaran tersebut mungkin tidak akan terjadi.
Ekonom Maybank Investment Banking Group, Brian Lee mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lagi, meski rupiah sudah menguat sejak kenaikan mengejutkan bulan lalu.
"Dasar kami adalah BI akan mempertahankan suku bunga kebijakannya sebesar 6,25 persen tahun ini untuk menjaga stabilitas rupiah. Kecil kemungkinannya BI akan dapat menurunkan suku bunga, mengingat bank sentral memperkirakan The Fed baru akan menurunkan suku bunga pada bulan Desember," kata Lee.
"Terjadinya kembali depresiasi rupiah, seperti yang terlihat menjelang pertemuan bulan April, dapat memicu kenaikan suku bunga BI lagi."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Psikolog: Korban Kecelakaan KA Berisiko Alami Gangguan PTSD, Trauma Healing Penting!
-
RI Gandeng Panama, Taruna Pelayaran Kemenhub Berpeluang Magang & Studi ke Luar Negeri
-
BI Ungkap Kinerja QRIS Global di Bali, Nilainya Cukup Fantastis
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Buntut Insiden Lift Mati, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Pasang Cadangan Listrik di Seluruh Stasiun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.