Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Soroti Kesenjangan Pembangunan Negara-negara OKI

📅 Minggu, 05 Mei 2024, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Soroti Kesenjangan Pembangunan Negara-negara OKI Doc: ANTARA/HO-Union of OIC News Agencies
Ket. Suasana Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Islam ke-15 yang diselenggarakan di Banjul, ibu kota Gambia, pada 4-5 Mei 2024.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyoroti kesenjangan pembangunan sebagai tantangan besar yang dihadapi negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Beberapa negara anggota sedang bergulat dengan kemiskinan yang meluas, di mana 21 dari 46 negara berkembang merupakan anggota OKI," kata Retno dalam transkrip pidatonya yang disampaikan pada KTT OKI di Banjul, Gambia, Sabtu (4/5).

Karena itu, Indonesia mendesak keterlibatan lebih besar sektor swasta di negara-negara OKI melalui peningkatan kesepakatan perdagangan dan investasi.

Dalam konteks ini, Retno mengumumkan rencana Indonesia menyelenggarakan Forum ke-2 Indonesia-Afrika pada September mendatang di Bali, yang diharapkan bisa mendorong kerja sama ekonomi potensial di antara negara-negara yang terlibat.

Dia juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dan akses terhadap pendidikan yang berkualitas bagi pembangunan inklusif di negara-negara OKI.

Retno menegaskan bahwahal tersebut harus menjadi prioritas OKI, termasuk untuk memajukan hak pendidikan perempuan di Afghanistan.

"Perempuan di Afghanistan dan belahan dunia lainnya berhak mendapatkan persamaan hak, dan isu perempuan harus diarusutamakan dalam kebijakan dan kegiatan OKI," kata dia.

Untuk menyokong pembangunan di Afghanistan, dia menyebutkan bahwa Indonesia telah menawarkan beasiswa bagi perempuan dan anak perempuan Afghanistan, berbagi praktik terbaik mengenai kurikulum madrasah dengan misi bantuan PBB untuk AfghanistanUNAMA, dan memberikan 10 juta dosis vaksin polio untuk anak-anak Afghanistan.

Retno pun menyerukan agar OKI lebih banyak bertindak untuk memberikan dampak yang lebih luas di Afghanistan.

"Tantangan yang kita hadapi belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, dengan memupuk persatuan dan solidaritas di antara kita, kita akan menyelesaikan tantangan yang dihadapi Palestina dan seluruh negara anggota OKI," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.