AS Melaporkan Penularan HIV melalui Layanan Klinik Kosmetik

Selasa, 30 Apr 2024, 00:00 WIB

ATLANTA - Pejabat Federal Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melaporkan setidaknya tiga perempuan terinfeksi HIV selama prosedur kosmetik "wajah vampir" di klinik tak berizin semacam spa di Albuquerque, New Mexico.

Apa yang disebut perawatan wajah vampir di fasilitas serupa melibatkan pengambilan darah pasien sendiri, memasukkannya ke dalam mesin centrifuge untuk memisahkan plasma kaya trombosit, dan kemudian menggunakan jarum pendek yang sangat halus untuk menusuk kulit.

Ket. Foto: Pita merah besar terlihat di Gedung Putih untuk memperingati Hari AIDS Sedunia di Washington, DC, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/MANDEL NGAN

Menurut para pejabat, ini adalah pertama kalinya penularan HIV melalui layanan suntik kosmetik tercatat.

"Ketiga orang tersebut termasuk dalam kelompok lima orang yang mempunyai jenis HIV yang sangat mirip, empat di antaranya telah menjalani prosedur yang disebut microneedling plasma kaya trombosit di spa," kata mereka.

"Orang kelima, seorang laki-laki, melakukan hubungan seksual dengan salah satu perempuan. Penyidik masih belum mengetahui secara pasti sumber pencemaran tersebut," tambahnya.

Diagnosis HIV pada tahun 2018 pada seorang yang tidak memiliki faktor risiko perilaku menyebabkan penyelidikan kesehatan masyarakat ketika perempuan tersebut mengatakan bahwa dia telah menerima prosedur kosmetik.

Tidak Berlebel

Pemeriksaan di spa menemukan tabung darah tak berlabel tergeletak di meja dapur, tabung lain disimpan bersama makanan di lemari es, dan jarum suntik yang tidak dibungkus di laci dan tempat sampah.

"Fasilitas tersebut juga tampaknya menggunakan kembali peralatan sekali pakai yang dimaksudkan untuk sekali pakai saja," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.