Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tangerang Cermati Demam Pelana Kuda

📅 Senin, 29 Apr 2024, 04:20 WIB | Oleh:
Tangerang Cermati Demam Pelana Kuda Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni ditemui saat berolahraga di Stadion Benteng Reborn.

TANGERANG - Masyarakat diminta mencermati demam pelana kuda karena menjadi gejala demam berdarah dengue (DBD). "Demam pelana kuda berupa penurunan demam pada hari keempat, namun kondisi pasien makin melemah," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni, Sabtu.

Dia mengulangi dengan meminta masyarakat mewaspadai gejala DBD berupa demam pelana kuda. Ini artinya, turunnya demam bukan pertanda baik. Sebab bisa jadi masuk ke tahap shock juga. Ini berisiko kematian bila tidak ditangani dengan cepat.

Dini menuturkan, DBD adalah penyakit disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala awal DBD sering kali mirip dengan gejala flu biasa namun dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda yang dapat mengindikasikan seseorang terkena DBD. Dini menjelaskan ada beberapa tanda terjangkit DBD berupa demam tinggi secara mendadak. Suhu tubuh yang meningkat secara tiba-tiba biasanya menjadi indikasi pertama infeksi virus dengue.

Selain itu, kondisi demam ini dapat naik hingga 40 derajat Celsius atau lebih. Kondisi demikian sering kali disertai dengan menggigil. Sedangkan nyeri kepala atau belakang bola mata serta nyeri sendi dan otot.

Terlokalisasi

Rasa sakit ini, katanya, dapat terlokalisasi di area sendi-sendi besar, seperti lutut dan pergelangan tangan atau kaki. Nyeri otot yang hebat juga dapat dirasakan di seluruh tubuh.

Selain itu, ruam kulit dapat muncul dalam bentuk bintik-bintik merah yang menyebar di seluruh tubuh. Ruam ini biasanya tidak gatal tetapi tanda penting untuk mengidentifikasi DBD.

Nyeri abdominal yang parah terutama di daerah perut bagian bawah. Nyeri ini dapat disertai dengan mual dan muntah-muntah yang dapat menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan tepat

Gejala lain, yakni pendarahan ringan bisa berupa mimisan, gusi yang berdarah, atau bintik-bintik darah di kulit yang disebut petekie. "Kemudian kehilangan kesadaran atau pingsan. Ini biasanya terjadi shock karena penurunan tajam dalam jumlah cairan tubuh, yang dapat mengganggu fungsi normal otak," katanya.

Dini mengingatkan pentingnya penanganan secara cepat ketika seseorang sudah mendapat tanda-tanda DBD. "Jadi yang perlu diwaspadai adalah jangan menunggu hingga adanya perdarahan karena bila terjadi maka artinya sudah masuk dalam tahap risiko shock," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.