Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lalu Lintas Ternak Sapi Diperketat untuk Mengantisipasi Penularan Penyakit Mulut dan Kuku

📅 Minggu, 28 Apr 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lalu Lintas Ternak Sapi Diperketat untuk Mengantisipasi Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Doc: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Ket. Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali Lucia Dyah Suciati menanggapi PMK pada ternak sapi di Boyolali.

Boyolali - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus memperketat pengawasan terhadap lalu lintas ternak sapi di sejumlah pasar hewan di wilayahnya, terkait munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali Lucia Dyah Suciati di Boyolali, Minggu, mengatakan PMK pada sapi mulai muncul di Boyolali sejak Januari sampai dengan April 2024 ini, di tiga kecamatan yakni Ampel, Cepogo, dan Tamansari.

Sebab, kata Lusi Dyah Suciati, peternak membeli sapi yang baru dan belum divaksin dan setelah dicek memang kondisi positif PMK. Peternak dengan sapi pembelian baru dan memang belum divaksin sehingga rentan PMK.

Menurut dia, sapi yang dinyatakan positif tersebut di Kecamatan Apel, Cepogo, dan Tamansari. Hal ini, setelah diketahui langsung ditangani oleh Disnakkan sehingga pihaknya langsung memperketat lagi pasar hewan di Boyolali, guna mencegah adanya sapi yang PMK.

"Ternak sapi yang baru dibeli dan belum divaksin langsung kami vaksin. Jadi ada penemuan langsung ditangani agar tidak merembet ke hewan ternak sapi lainnya," katanya.

Dia menjelaskan ada laporan gejala PMK di daerah kemudian dikunjungi Disnakkan bersama Balai Veteriner, kemudian mengambil sampelnya ternyata positif PMK pada sapi baru dibeli dan belum divaksin.

Jadi karena posisi seperti manusia jika belum divaksin kondisi rentan terkena PMK. Pihaknya kemudian membuat edaran kepada para pelaku usaha atau pedagang ternak intinya kalau membeli sapi yang sudah divaksin. Jika belum divaksin sapi yang kondisi sehat dan dilaporkan ke Disnakkan untuk segera divaksin.

Disnakkan bersama Disdagperin Boyolali kemudian menjaga ketat kondisi pasar hewan dan disemprot lagi anti PMK. Artinya, jika ada sapi yang bergejala diminta agar tidak dijualbelikan dahulu, dikarantina diobati agar segera cepat sembuh.

"Kami mendata tahun ini, mulai Januari hingga April ini, tercatat ada 41 ekor sapi yang dinyatakan positif PMK di Boyolali yakni di Cepogo, Tamansari dan Ampel," katanya.

Pihaknya ada laporan langsung turun bersama Balai Veteriner menginvestigasi sapi apakah positif PMK atau bukan. Ternyata sapi memang belum pernah divaksin. Sapi yang positif dikarantina diisolasi diobati dahulu, tetapi kini sudah berangsur-ansur sembuh ternak sapi itu.

"Intinya, kami akan bertemu dengan paguyuban untuk mengingatkan bersama para pedagang sapi untuk tidak membeli sapi yang sakit atau belum divaksin. Jika belum divaksin tidak apa-apa yang penting sehat dan dilaporkan ke kami langsung divaksin," katanya.

Sapi yang sudah divaksin akan lebih kebal dari PMK. karena dari 41 ekor ternak yang dinyatakan PMK belum divaksin semua.

Kendati demikian pihaknya mengimbau para pedagang ternak untuk tidak membeli dahulu ternak sapi dari daerah wabah PMK dan membeli sapi yang sehat. Sesama pedagang saling mengawasi karena pedagang sering mencari harga murah tetapi tidak tau kalau ternak yang dijual sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.