Lagi, RSCM Berhasil Lakukan Transplantasi Hati pada Pasien Dewasa

Minggu, 21 Apr 2024, 14:19 WIB

JAKARTA -Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sukses melakukan transplantasi hati pasien dewasa ke-10 pada tahun 2024, menyusul kesuksesan melakukan transplantasi hati pertama pada 2010.

Ket. Foto: Direktur Utama RSUPN RSCM dr. Supriyanto dalam konferensi pers terkait keberhasilan RSCM menangani transplantasi hati pada pasien dewasa pada Minggu (21/4/2024). — Sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

"Kita telah berhasil menangani 89 kasus transplantasi hati pada anak dan dewasa, yang dewasa ini kasus ke-10, dan tahun ini adalah prosedur pertama yang kita lakukan setelah Pandemi," ujar Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (21/4).

Dia mengungkapkan, angka keberhasilan transplantasi hati di RSCM, yang dinilai satu tahun setelah pasien melakukan transplantasi, sudah 82 persen.

Selama ini, transplantasi hati di RSCM dilakukan dengan supervisi dari RS National Center for Child Health and Development (NCCHD), di mana keberhasilan transplantasi hati di negara tersebut saat ini yakni 85 persen. RSCM juga bekerja sama dengan Kobe International Frontier Medical Center (KIFMEC), Jepang untuk transfer pengetahuan.

"RSUPN RSCM sudah mengalami kemajuan luar biasa, utamanya transplantasi hati yang paling sulit, keberhasilan kita sudah level Asia. Transplantasi ganti hati pada anak kita sudah mandiri, dan tahun ini jadi supervisi terakhir dari Jepang, sehingga kita juga sudah bisa mandiri pada pasien dewasa," paparnya.

Ke depan, lanjut dia, RSCM akan terus mengampu rumah sakit-rumah sakit lain di Indonesia, agar transplantasi hati tidak hanya dilakukan di RSCM saja, tetapi juga rata menyebar di seluruh rumah sakit Indonesia.

Sementara itu, Spesialis Penyakit Dalam RSUPN RSCM dr. Kemal Fariz Kalista, yang menangani pasien transplantasi hati di RSCM kali ini, menjelaskan bahwa usia pasien yakni sekitar 53 tahun, yang donornya berasal dari saudari ipar.

"Dua syarat utama untuk donor hidup, harus ada hubungan keluarga, dan golongan darah harus sama atau kompatibel, lalu terkait latar belakang penyakitnya, memang sampai saat ini, di manapun di dunia, indikasi untuk melakukan transplantasi ini sirosis hati, yaitu penyakit hati tahap akhir, di mana hati tidak bisa berfungsi dengan normal," tuturnya.

Sirosis hati tersebut membuat racun-racun yang seharusnya dimetabolisme oleh hati jadi menumpuk, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi.

"Penyebab kanker hati yang kedua, yaitu timbulnya benjolan bersifat ganas yang berada di dalam hati, dan ini sangat agresif. Angka kematian kanker hati ini yang paling tinggi, 89-90 persen," kata dia.

"Pasien menderita keduanya, sirosis dan kanker, sehingga dengan transplantasi ini sekaligus mengobati dua penyakit, yang pertama sirosis hati dan kanker hatinya," imbuhnya.

Adapun Dirut RSCM juga menganjurkan agar pasien yang ingin melakukan transplantasi hati untuk berobat ke RSCM dan tidak perlu ke luar negeri, karena tingkat keberhasilannya sudah tinggi dan risiko kematian bagi donor hidup sudah nol persen.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.