WHO: Strain Flu Burung H5N1 Ditemukan dalam Susu Mentah Hewan Terinfeksi
📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Hans Pennink
JENEWA - Strain virus flu burung H5N1 telah terdeteksi dalam konsentrasi yang sangat tinggi pada susu mentah dari hewan yang terinfeksi, kata WHO pada Jumat (19/4), meskipun berapa lama virus tersebut dapat bertahan dalam susu tidak diketahui.
Avian influenza A (H5N1) pertama kali muncul pada 1996, tetapi sejak 2020, jumlah wabah pada burung telah meningkat secara eksponensial, seiring dengan peningkatan jumlah mamalia yang terinfeksi.
Strain ini telah menyebabkan kematian puluhan juta unggas, burung liar, mamalia darat dan laut juga terinfeksi.
Sapi dan kambing masuk dalam daftar tersebut bulan lalu - perkembangan yang mengejutkan bagi para ahli karena mereka tidak dianggap rentan terhadap jenis influenza ini.
Pihak berwenang AS awal bulan ini mengatakan seseorang yang bekerja di peternakan sapi perah di Texas sedang dalam masa pemulihan dari flu burung setelah terpapar pada ternak.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kasus di Texas adalah kasus pertama di mana manusia tertular flu burung melalui sapi," kata Wenqing Zhang, kepala program influenza global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Penularan dari burung ke sapi, dari sapi ke sapi, dan dari sapi ke burung juga telah tercatat selama wabah saat ini, yang menunjukkan bahwa virus tersebut mungkin telah menemukan jalur transisi lain daripada yang kita pahami sebelumnya," katanya kepada media di Jenewa.
Ini merupakan kasus kedua dimana manusia dinyatakan positif mengidap flu burung di Amerika Serikat, dan terjadi setelah virus tersebut membuat sakit ternak yang tampaknya terpapar pada burung liar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sekarang kita melihat banyak kawanan sapi yang terkena dampak di semakin banyak negara bagian AS, yang menunjukkan langkah lebih jauh penyebaran virus ke mamalia," kata Zhang.
"Virus ini juga terdeteksi pada susu hewan yang terinfeksi."
Zhang mengatakan terdapat "konsentrasi virus yang sangat tinggi dalam susu mentah", namun para ahli masih menyelidiki secara pasti berapa lama virus tersebut mampu bertahan dalam susu.
Departemen kesehatan Texas mengatakan infeksi pada sapi tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan susu komersial, karena perusahaan susu diharuskan menghancurkan susu dari sapi yang sakit. Pasteurisasi juga membunuh virus.
"Penting bagi masyarakat untuk memastikan praktik pangan yang aman, termasuk hanya mengonsumsi susu dan produk susu pasteurisasi," kata Zhang.
Kasus pada Manusia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!