Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Mentah Naik di Tengah Kekhawatiran Berkurangnya Pasokan

📅 Kamis, 04 Apr 2024, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Naik di Tengah Kekhawatiran Berkurangnya Pasokan Doc: CNA/REUTERS/Agustin Marcarian
Ket. Dongkrak pompa minyak terlihat di deposit minyak dan gas serpih Vaca Muerta di provinsi Patagonian, Neuquen, Argentina, 21 Januari 2019.

SINGAPURA - Harga minyak naik di awal perdagangan Asia pada Kamis (4/4) di tengah kekhawatiran berkurangnya pasokan karena produsen utama mempertahankan pengurangan produksi dan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di AS, konsumen minyak terbesar dunia.

Minyak Brent berjangka untuk bulan Juni naik 15 sen, atau 0,2 persen, menjadi menetap di $89,51 per barel. Minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Mei naik 15 sen, atau 0,2 persen, menjadi $85,59 per barel.

Baik kontrak Brent bulan Juni maupun kontrak WTI bulan Mei telah meningkat selama empat hari terakhir dan ditutup pada hari Rabu pada level tertinggi sejak akhir Oktober.

Minyak menguat karena serangan Ukraina terhadap kilang-kilang Rusia telah mengurangi pasokan bahan bakar dan di tengah kekhawatiran bahwa perang Israel-Hamas di Gaza dapat meluas hingga mencakup Iran, sehingga mungkin mengganggu pasokan di kawasan utama Timur Tengah.

Pertemuan para menteri utama Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Russia, mempertahankan kebijakan pasokan minyak tidak berubah pada hari Rabu dan menekan beberapa negara untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengurangan produksi.

Kelompok tersebut mengatakan beberapa anggota akan mengkompensasi kelebihan pasokan pada kuartal pertama. OPEC juga mengatakan Russia akan beralih ke produksi daripada membatasi ekspor.

Juga pada hari Rabu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell berhati-hati mengenai penurunan suku bunga di masa depan karena data terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja dan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Komentar tersebut positif bagi minyak karena mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS yang solid, kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di grup manajemen aset Bank AS.

Di Timur Tengah, Iran bersumpah akan membalas dendam terhadap Israel atas serangan pada hari Senin yang menewaskan personel militer tingkat tinggi Iran. Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

24 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.