Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Polandia: Eropa Masuki 'Era Pra-Perang'

📅 Senin, 01 Apr 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Polandia: Eropa Masuki 'Era Pra-Perang' Doc: AFP/Wojtek Radwanski
Ket. PM Polandia, Donald Tusk

WARSAWA - Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, memberikan peringatan tentang ancaman konflik yang nyata di Eropa. Ia menyatakan bahwa benua tersebut memasuki periode pra-perang untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dunia II.

"Kita hidup di masa paling kritis sejak berakhirnya Perang Dunia II. Dua tahun ke depan akan menentukan segalanya," ucap PM Tusk.

"Perang bukan lagi sebuah konsep di masa lalu. Ini nyata dan dimulai lebih dari dua tahun yang lalu. Hal yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah skenario apa pun mungkin terjadi. Kita belum pernah melihat situasi seperti ini sejak 1945," imbuh dia dalam sesi wawancara dengan kelompok media Eropa LENA pada Jumat (29/3).

"Saya tahu ini kedengarannya menyedihkan, terutama bagi generasi muda, tetapi kita harus terbiasa dengan kenyataan bahwa era baru telah dimulai: era sebelum perang. Saya tidak melebih-lebihkan; era ini semakin jelas setiap hari," ujar dia.

Setelah lebih dari dua tahun sejak invasi Russia ke Ukraina, kehadiran konflik tersebut telah memperkuat keinginan akan perdamaian pasca-perang di kalangan pemimpin Eropa. Akibatnya, banyak negara mulai meningkatkan produksi senjata untuk mendukung Kyiv dan kebutuhan militer nasional mereka sendiri.

Mantan presiden Dewan Eropa Tusk, yang negaranya menjadi salah satu pendukung setia negara tetangga Ukraina, mengatakan pada Jumat bahwa jika Kyiv kalah, maka tidak akan ada yang merasa aman di Eropa.

Perkuat Pertahanan

Perhatian utama di benua tersebut juga terfokus pada potensi kembalinya mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Sikap skeptisnya terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO telah memunculkan pertanyaan tentang masa depan bantuan militer AS jika ia terpilih kembali pada November.

"Tugas utama kita adalah melindungi Ukraina dari invasi Russia dan mempertahankan Ukraina sebagai negara yang merdeka dan integral. Saat ini situasi Ukraina jauh lebih sulit dibandingkan tahun lalu, namun juga jauh lebih baik dibandingkan pada awal perang," ucap Tusk.

PM Polandia itu lalu mengatakan bahwa Polandia memerlukan aliansi yang kuat dengan Amerika Serikat (AS). "Dan pada saat yang sama kita harus mandiri dan mandiri dalam hal pertahanan. Tugas kita adalah memupuk hubungan trans-Atlantik, terlepas dari siapa yang akan menjadi presiden AS," ucap dia.

Saat menjabat sebagai PM Polandia untuk pertama kalinya pada periode 2007 hingga 2014, Tusk sempat mengatakan bahwa hanya sedikit pemimpin Eropa selain Polandia dan negara-negara Baltik yang menyadari bahwa Russia merupakan ancaman potensial.

Oleh karena itu PM Tusk menggunakan wawancara pertamanya dengan media Eropa sejak kembali menjabat PM Polandia pada akhir tahun 2023 kemudian mendesak para pemimpin di seluruh benua Eropa agar memperkuat pertahanan mereka dan mengatakan Eropa tidak perlu menciptakan struktur paralel dengan NATO. AFP/Anadolu/BBC/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.