Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi: Tingkat Kesuburan Global akan Terus Menurun

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi: Tingkat Kesuburan Global akan Terus Menurun Doc: AFP/Greg Baker
Ket. Seorang pria dan wanita menggendong bayi di sebuah gang di Beijing pada 1 Agustus 2017. Tingkat kesuburan di separuh negara sudah terlalu rendah untuk mempertahankan jumlah populasi mereka, menurut sebuah studi baru pada 20 Maret 2024.

PARIS - Populasi di hampir setiap negara akan menyusut pada akhir abad ini, sebuah penelitian besar mengungkap pada Rabu (20/3), memperingatkan bahwa ledakan bayi di negara-negara berkembang dan penurunan jumlah bayi di negara-negara kaya akan mendorong perubahan sosial secara besar-besaran.

Tingkat kesuburan di separuh negara sudah terlalu rendah untuk mempertahankan jumlah penduduknya, demikian laporan tim internasional yang terdiri dari ratusan peneliti di The Lancet.

Dengan menggunakan sejumlah besar data global mengenai kelahiran, kematian, dan faktor-faktor yang mendorong kesuburan, para peneliti mencoba memperkirakan masa depan populasi dunia.

Pada tahun 2050, populasi tiga perempat negara akan menyusut, menurut studi yang dilakukan oleh Institute For Health Metrics and Evaluation (IHME) yang berbasis di Amerika Serikat.

Pada akhir abad ini, hal tersebut akan terjadi pada 97 persen - atau 198 dari 204 negara dan wilayah, demikian proyeksi para peneliti.

Hanya Samoa, Somalia, Tonga, Niger, Chad, dan Tajikistan yang diperkirakan memiliki tingkat kesuburan melebihi tingkat penggantian 2,1 kelahiran per perempuan pada tahun 2100, menurut perkiraan studi tersebut.

Selama abad ini, tingkat kesuburan akan terus meningkat di negara-negara berkembang, khususnya di Afrika Sub-Sahara, bahkan ketika angka tersebut menurun di negara-negara yang lebih kaya dan menua.

"Dunia akan secara bersamaan menghadapi 'baby boom' di beberapa negara dan 'baby bust' di negara lain," kata penulis studi senior Stein Emil Vollset dari IHME dalam sebuah pernyataan.

Implikasinya Sangat Besar

"Kita menghadapi perubahan sosial yang mengejutkan sepanjang abad ke-21," katanya dalam sebuah pernyataan.

Peneliti IHME Natalia Bhattacharjee mengatakan "implikasinya sangat besar".

"Tren tingkat kesuburan dan kelahiran hidup di masa depan ini akan sepenuhnya mengkonfigurasi ulang perekonomian global dan keseimbangan kekuatan internasional serta memerlukan reorganisasi masyarakat," katanya.

"Ketika populasi hampir di setiap negara menyusut, ketergantungan pada imigrasi terbuka akan menjadi penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi."

Namun, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak kehati-hatian terhadap proyeksi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.