Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Impor Ganggu Harga Beras Petani

📅 Rabu, 20 Mar 2024, 08:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Ganggu Harga Beras Petani Doc: istimewa

JAKARTA - Rencana Pemerintah mengimpor 22.500 ton beras dari Kamboja jelang Lebaran bakal mengganggu harga produksi petani karena sebentar lagi memasuki musim panen. Keputusan tersebut membuat harga beras lokal kalah bersaing di pasaran.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menegaskan pemerintah seharusnya mengutamakan produksi dalam negeri. Hal ini tidak hanya sebatas pernyataan saja, tetapi harus direalisasikan dengan tindakan nyata untuk keberpihakan pada petani.

"Tindakan itu seharusnya terwujud dalam beberapa hal. Pertama, tidak melakukan impor pada saat panen raya. Kedua, memberikan harga pantas pada gabah sehingga nilai tukar petani naik," tegas Esther kepada Koran Jakarta, Selasa (19/3), ketika diminta komentarnya terkait rencana impor beras tersebut.

Adapun ketiga, lanjut dia, yakni memperbaiki sektor pertanian dengan memberi petani akses ke barang input dan sarpras pertanian lebih besar, memberi bimbingan teknis dan sekolah lapang, memberi akses kredit, membangun infrastruktur pertanian yang baik, dan memberi akses pasar pada petani.

Secara terpisah, Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, mengatakan dalam dua pekan terakhir harga gabah di tingkat petani turun cukup besar. Hal ini dipicu oleh panen raya di beberapa sentra produksi padi, seperti Pati Jawa tengah dan Sumatera Selatan. Walaupun jumlah panen masih terbatas, tetapi ini mendorong harga gabah turun di tingkat petani.

"Tentu ini menjadi kegelisahan petani. Setelah sebelumnya mengalami harga yang cukup menguntungkan karena harga gabah di atas break event point," ujarnya.

Said menjelaskan dengan penurunan harga, tentu saja memukul harapan petani. "Sekalipun harga pembelian pemerintah (HPP) sudah naik di angka 5 ribuan, nyatanya nilai HPP ini masuk jauh dari ideal bagi petani karena harga input juga mengalami kenaikan yang jauh lebih tinggi dari kenaikan HPP itu sendiri," ungkapnya.

Situasi penurunan harga bisa jadi akan terus terjadi sampai panen raya berlangsung apalagi ada isu pemerintah akan mengimpor beras tambahan dan diperkirakan masuk justru pada saat panen raya. "Jika demikian maka petani seperti diterjunkan dari kebahagiaan sesaat pada lantai bawah," tegasnya.

Selama ini, ucap Said, pemerintah lebih khawatir harga beras merugikan konsumen, sementara harga gabah kerap kali diabaikan dengan dalih sudah ada HPP, padahal HPP-nya sendiri jauh dari yang ideal.

Dari Yogyakarta, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan memang terkesan petani sendiri kurang ditangani secara serius persoalannya.

"Sudah bertahun-tahun selalu terpaksa impor beras untuk mengamankan stok menjelang Hari Raya," tegasnya.

Perlu sinkronisasi peningkatan produksi disertai demokratisasi tata niaga untuk menekan biaya transaksi, sehingga tercapai kesejahteraan petani.

Penuhi Stok

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, Senin (18/3), mengungkapkan pemerintah akan mengimpor 22.500 ton beras dari Kamboja. Impor tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan stok beras menjelang Idul Fitri 1445 H, selain mengandalkan produksi dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Hindari Kawasan GBK, Ada Konser Exo, Lalu Lintas Dialihkan

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hindari Kawasan GBK, Ada Ko...

Waduh, Ayam Jantan Malu Berkokok, Keok dari Pantai Gading

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Waduh, Ayam Jantan Malu Ber...
Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

31 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies

Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako

39 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
Daerah
Semarak Piala Dunia dengan ...
Daerah
Bursa Kerja di Ciamis Buka ...
Ekonomi
Percepatan Program Irigasi ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.