Xi Mendesak Koordinasi Strategi Militer dan Ekonomi di Laut

Sabtu, 09 Mar 2024, 00:03 WIB

BEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pertemuan dengan anggota parlemen pertahanan pada sesi legislatif tahunan baru-baru ini, meminta militer untuk menyelaraskan strategi maritim dengan pembangunan ekonomi.

"Angkatan bersenjata harus mengoordinasikan persiapan konflik militer maritim, perlindungan hak dan kepentingan maritim, dan pengembangan ekonomi maritim," kata Xi, Kamis (7/3), menurut laporan oleh lembaga penyiaran pemerintah China Central Television.

Ket. Foto: Komentar Xi muncul ketika ketegangan meningkat di Laut Tiongkok Selatan. — Sumber: istimewa

Dikutip dari Yahoo News, komentar Xi muncul ketika ketegangan meningkat di Laut TiongkokSelatan. Kapal penjaga pantai dari Tiongkok dan Filipina bertabrakan minggu ini selama misi pasokan negara Asia Tenggara tersebut.

Kedua negara terlibat sengketa wilayah di perairan tersebut, dengan Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah laut yang kaya sumber daya tersebut, termasuk wilayah yang menurut Manila merupakan bagian dari zona ekonomi eksklusifnya.

"Ungkapan 'perkembangan ekonomi maritim' tampaknya merupakan pengakuan implisit Beijing bahwa salah satu motif utamanya adalah keinginan untuk memonopoli cadangan energi dan sumber daya laut lainnya di perairan tersebut," kata James Char, peneliti di Universitas Teknologi Nanyang di Singapura.

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menegaskan kembali pada konferensi pers hari Kamis bahwa negaranya selalu bersikap menahan diri, memperingatkan negara-negara lain agar tidak memihak di Laut TiongkokSelatan.

Dalam pertemuannya dengan anggota parlemen militer, Xi juga mendesak militer untuk mendorong pembangunan sektor kedirgantaraan, meningkatkan kemampuannya untuk menjaga keamanan siber, dan meningkatkan koordinasi dan implementasi proyek-proyek teknologi pintar yang besar.

Xi menyerukan inovasi dan reformasi pada industri teknologi pertahanan untuk menghasilkan "kekuatan tempur baru yang berkualitas."

Hal ini tampaknya mengacu pada "kekuatan produktif baru," sebuah istilah yang baru-baru ini ia gunakan untuk mendorong teknologi tinggi, efisiensi tinggi, dan kualitas tinggi sebagai penggerak ekonomi.

"Para anggota parlemen pada pertemuan tersebut membahas isu-isu mulai dari penerapan kecerdasan buatan hingga pengembangan dan pemanfaatan kemampuan tempur tak berawak," lapor Kantor Berita resmi Xinhua.

AS telah berkampanye untuk membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi semikonduktor kelas atas, sebagian karena kekhawatiran bahwa kemajuan kecerdasan buatan atauArtificial Intelligence (AI) dapat bermanfaat bagi militer. Wang mengkritik upaya Washington dalam pengarahannya, dengan mengatakan hal itu dimaksudkan untuk menekan negaranya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.