PLN Sebut Pemadaman Listrik Bergilir di Sulselbar Bukan karena El Nino
Selasa, 01 Sep 2026, 07:05 WIBMAKASSAR - Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir yang tengah diberlakukan pihaknya bukan karena fenomena El Nino atau musim kemarau ekstrem.
Niki menyampaikan bahwa pengaturan beban listrik yang dilakukan sejak pukul 09.00 merupakan dampak dari kegiatan pemeliharaan sejumlah fasilitas ketenagalistrikan di beberapa wilayah Sulawesi Selatan.
"Kondisi tersebut murni berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan, bukan disebabkan oleh El Nino maupun penurunan debit air PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)," kata dia di Makassar, Selasa (1/9).
Pemeliharaan kelistrikan yang dilakukan meliputi pemeliharaan jaringan serta sejumlah peralatan kelistrikan, seperti gardu, trafo, dan perlengkapan pendukung lainnya yang dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keandalan dan keberlangsungan pasokan listrik kepada pelanggan.
Kegiatan ini diperkirakan berlangsung sekitar empat hari ke depan sehingga diharapkan kondisi kelistrikan dapat kembali normal pada Kamis atau Jumat mendatang (3-4 Agustus). Pemadaman akan berlangsung selama 1-3,5 jam dalam satu sesi.
Niki mengemukakan pemadaman bergilir ini dilakukan dalam rangka pemeliharaan listrik sebagai upaya mitigasi El Nino ke depan. Sehingga, kondisi kelistrikan dipastikan bisa lebih prima menghadapi kekeringan.
"Jadi nantinya, hanya persoalan cuaca saja yang memang di luar kuasanya kita. Semua elemen kelistrikan kita benahi, dan juga kami berupaya mempercepat proses pemeliharaan agar pasokan listrik segera kembali seperti semula," ujar Niki.
Terkait penurunan debit air sungai yang menjadi sumber PLTA memang diakui mengalami penurunan karena belum turunnya hujan, namun kondisi tersebut sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap produksi listrik PLN.
"Kami akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air untuk menentukan langkah antisipasi apabila kemarau semakin panjang," tambah Niki.
Kondisi saat ini, daya terpasang pada sistem kelistrikan Sulawesi Selatan berada di kisaran 2.000 MW, sementara daya mampu sekitar 1.996 MW. Namun, angka tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap hari tergantung kondisi pembangkit dan sistem kelistrikan.
- PLN
- Pemadaman Listrik Bergilir
- Sulselbar
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
OPEC+ Sepakat Naikkan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari pada Bulan September
-
Pemerintah Kabupaten Kudus Butuh Dukungan Orang Tua dalam Membatasi Gawai di Sekolah
-
Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun
-
PLN Targetkan Aliri Listrik di Delapan Desa Wilayah 3T Sulut
-
Rumah Inspirasi Aceh Tamiang, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial AirNav Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.