PBB Sebut Aksi Iklim Sejalan Lurus dengan Cuan Ekonomi

Selasa, 08 Sep 2026, 15:53 WIB

NAIROBI - Laporan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) di Nairobi, Kenya, pada Senin (7/9) menyebutkan bahwa investasi dalam aksi iklim dan pengendalian polusi udara merupakan kunci untuk mendorong kemakmuran ekonomi serta meningkatkan kesehatan ekosistem dan manusia.

Laporan berjudul "Aset Tersembunyi: Argumen ekonomi dan kesehatan untuk aksi iklim dan udara bersih" (Hidden Assets: The economic and health case for climate and clean air action), dirilis bertepatan dengan Hari Udara Bersih Internasional untuk Langit Biru (International Day of Clean Air for Blue Skies), yang diperingati setiap tahunnya pada 7 September.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/JEKESAI NJIKIZANA

Disusun oleh UNEP dan Koalisi Iklim dan Udara Bersih (CCAC), laporan tersebut merupakan penilaian ekonomi global komprehensif pertama mengenai aksi terpadu terkait iklim dan udara bersih.

Studi tersebut menunjukkan tingkat pengembalian investasi yang signifikan. Setiap 1 dollar AS yang dialokasikan untuk solusi iklim dan polusi udara menghasilkan sekitar 15 dollar AS dalam manfaat ekonomi, sekaligus menghasilkan penurunan substansial pada angka kematian dan biaya medis yang terkait dengan polusi.

Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen menegaskan bahwa netralitas karbon dan kualitas udara merupakan fondasi bagi pembangunan global, kesehatan masyarakat, ketahanan energi dan pangan, serta stabilitas lingkungan.

Andersen menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat dari sektor publik dan keuangan, yang dipadukan dengan kerangka kebijakan yang efektif serta inovasi teknologi, sangat penting untuk menekan emisi penyebab pemanasan iklim dan meningkatkan kualitas udara global.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, laporan tersebut merekomendasikan 25 intervensi spesifik yang mencakup enam sektor, yakni sistem energi dan bahan bakar fosil, industri, transportasi, sistem pertanian dan pangan, memasak dan pemanas rumah tangga, serta pengelolaan limbah.

Laporan tersebut menggabungkan langkah-langkah dekarbonisasi jangka panjang sekaligus langkah-langkah yang menargetkan polutan super seperti metana, karbon hitam, dan hidrofluorokarbon.

Jika 25 solusi tersebut diterapkan, manfaat ekonomi tahunan diperkirakan mencapai sekitar 2,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) global pada 2035, 4,5 persen pada 2050, dan 11,4 persen pada 2100. Menurut laporan tersebut, imbal hasil pasar akan melampaui biaya implementasi dalam waktu 10 tahun.

Menurut laporan tersebut, ke-25 langkah tersebut diperkirakan dapat mencegah pemanasan global sebesar 0,34 derajat Celsius pada 2050 dan 1,4 derajat Celsius pada 2100. Ke-25 langkah tersebut juga akan mencegah sekitar 144 juta kematian dini akibat polusi udara serta jutaan kasus penyakit kronis pada 2050.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.