Asean, Australia Kecam Tindakan yang Membahayakan Perdamaian

Kamis, 07 Mar 2024, 02:59 WIB

MELBOURNE - Para pemimpin Asia tenggara dan Australia pada Rabu (6/3) memperingatkan tindakan yang membahayakan perdamaian di Laut Tiongkok Selatan (LTS), menyusul konfrontasi baru antara Beijing dan Filipina di perairan yang disengketakan.

Ketegangan yang memuncak di perairan koridor perdagangan itu terancam memuncak pekan ini, ketika kapal-kapal Tiongkok di Kepulauan Spratly dituduh telah mencegat kapal-kapal Filipina.

Ket. Foto: Gunakan Meriam Air l Kapal Penjaga Pantai Tiongkok menggunakan meriam air pada kapal Filipina, Unaizah May 4, untuk menghalangi kapal itu menuju Second Thomas Shoal di LTS pada Selasa (5/3). Menanggapi insiden itu, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr mengatakan bahwa dia memandang tindakan Tiongkok itu sebagai sebuah kekhawatiran besar. — Sumber: AFP/JAM STA ROSA

Perselisihan yang memburuk ini merupakan salah satu tantangan keamanan yang paling menjengkelkan di kawasan ini, yang menjadi besar selama pertemuan puncak tiga hari antara Australia dan 10 negara blok Asean.

"Kami mendorong semua negara untuk menghindari tindakan sepihak yang membahayakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan," demikian bunyi deklarasi bersama yang disepakati antara anggota Asean dan Australia. "Kami menyadari manfaat menjadikan LTS sebagai lautan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran," imbuh pernyataan itu.

Saat KTT yang dimulai pada Senin (4/3) pagi, Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique Manalo, sempat menyampaikan permintaan kepada Beijing yaitu berhenti untuk melecehkan negaranya.

Keesokan harinya, kapal penjaga pantai Tiongkok dituduh telah mengganggu armada kapal Filipina yang sedang berlayar untuk misi pengiriman pasokan. Dalam pertikaian itu kapal-kapal Tiongkok terlibat dalam dua tabrakan terpisah, kata penjaga pantai Filipina, dan telah menyemprotkan meriam air ke salah satu kapal pengirim pasokan Filipina.

Menanggapi insiden itu, Presiden Ferdinand Marcos Jr mengatakan bahwa dia memandang tindakan Tiongkok itu sebagai kekhawatiran besar.

Karena terikat pada konsensus, forum Asean telah lama berjuang untuk mengatasi klaim yang tumpang tindih di LTS. Namun suasana tegang yang menyelimuti kawasan ini membuat beberapa negara kini mendorong blok tersebut untuk mengambil sikap yang lebih tegas.

Tudingan Tiongkok

Sementara itu Tiongkok pada Rabu menuding AS menggunakan Filipina sebagai pion di LTS, ketika permusuhan antara kedua negara Asia meningkat karena sengketa wilayah di wilayah tersebut.

Manila pada Selasa (5/3) lalu memanggil perwakilan Tiongkok setelah mengatakan bahwa kapal Penjaga Pantai Tiongkok menyebabkan dua tabrakan dengan kapal Filipina dan menembakkan meriam air ke salah satu dari mereka selama misi pasokan.

Tiongkok mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan pengendalian terhadap intrusi ilegal kapal Filipina ke perairan yang diklaimnya, serta menuduh kapal Filipina sengaja menabrak kapal Tiongkok.

"Tiongkok mendesak AS untuk tidak menggunakan Filipina sebagai pion untuk menimbulkan masalah di LTS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning. "Filipina tidak boleh membiarkan dirinya berada di bawah kekuasaan AS," imbuh dia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.