Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membawa Harta Senilai 39 Triliun dari Malaka

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Membawa Harta Senilai 39 Triliun  dari Malaka Doc: Wikimedia
Ket. Replika kapal Flor de la Mar di Museum Maritim Melaka, Malaysia.

Kapal Flor de la Mar adalah nama sebuah kapal Portugis yang tenggelam pada bulan November 1511. Kapal itu diperkirakan tenggelam di lepas pantai Sumatra di pantai timur Aceh, ketika kembali bersama Alfonso d'Albuquerque dalam pelayaran dari wilayah penaklukan di Malaka. Kapal ini mengangkut barang-barang rampasan dari kota pusat perdagangan rempah-rempah yang kaya itu.

Untuk mengetahui bagaimana kapal tersebut sesungguhnya, replikanya bisa dijumpai di Museum Maritim Malaka. Kapal berwarna coklat ini sekilas terlihat kecil dari luar, tapi begitu masuk dimensinya sangat luas. Ukuran panjang kapalnya mencapai 36 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 34 meter.

Museum ini memperlihatkan tentang sejarah perdagangan Malaka dan perkembangan perdagangan dari zaman Kesultanan Melayu sampai zaman kolonial. Namun Flor de la Mar menjadi ikon yang mencolok karena ditempatkan di bagian yang sangat strategis.

Bagi Portugis dan Malaysia, kapal ini penting sehingga dibuatkan tiruannya yang diresmikan pada 1994. Kapal ini menjadi bukti sejarah penaklukan Malaka oleh bangsa Eropa. Orang-orang Eropa berhasil menaklukkan Kesultanan Malaka lalu menjarah benda-benda berharga untuk diserahkan kepada Raja Manuel I di Lisbon.

Berdasarkan catatan sejarahnya, Flor de la Mar disebut sebagai kapal layar termegah pada masanya. Dari Malaka kapal yang dikomandoi oleh Alfonso d'Albuquerque. Dalam misinya menurut Discover UK, kapal ini membawa sekitar 80 ton emas dan barang berharga lainnya senilai 2,5 miliar dollar AS atau sekitar 39 triliun untuk kurs saat ini.

Malaka didirikan sekitar tahun 1400 dan lokasinya amat strategis antara jalur perdagangan maritim Timur dan Barat. Titik ini memungkinkannya berkembang menjadi kota pelabuhan yang dikenal secara internasional.

Saat itu kekuatan perekonomian Malaka bergantung pada perdagangan dan komoditas terpenting yang diperdagangkan adalah rempah-rempah. Saat itu rempah-rempah sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk menambah cita rasa pada masakan, tapi juga untuk mengawetkan makanan mentah seperti daging terutama untuk musim dingin.

Oleh karena itu, harga rempah-rempah sangat tinggi di Eropa. Nilai 1 kilogram lada saat itu sama nilainya dengan 1 kilogram emas, dan 1 ons pala setara dengan 7 ekor lembu. Portugis merasakan betapa mahalnya harga rempah-rempah ketika membeli dari pedagang Venesia, Muslim di Mesir dan Suriah.

Kontrol ketat yang dilakukan bangsa Venesia terhadap aliran rempah-rempah ke Eropa menjadi penyebab mahalnya harga rempah-rempah tersebut dan membuat Portugis bertekad mencari jalur langsung ke sumber rempah-rempah tersebut. Maka pada abad ke-15, penguasa Portugis memulai pelayaran penemuan.

Pada 1498, Vasco da Gama mencapai Pantai Malabar di India yang merupakan sumber lada. Di sini, dia mendengar tentang Malaka dan kepulauan rempah-rempah di timur. Pada tahun 1511, Portugis menyerang Malaka dengan 18 kapal; salah satunya adalah Flor de la Mar.

Portugis melakukan serangan pertamanya di pelabuhan Malaka pada 25 Juli 1511 tetapi gagal. Pada tanggal 10 Agustus 1511, mereka mencoba lagi dan pada 24 Agustus 1511, dan Portugis akhirnya berhasil merebut Malaka. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.