Pada Perayaan HUT ke-66, Haedar Nashir Dapat Hadiah Buku Jalan Baru Moderasi Beragama
Selasa, 05 Mar 2024, 06:20 WIBJakarta - Lembaga Kajian Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan PusatMuhammadiyah meluncurkan bukuJalan Baru Moderasi Beragama di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin malam.
Ketua Lembaga Kajian Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haqdalam keterangan resmi menjelaskan, buku setebal 528 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa rekan, pemikir keislaman dan keindonesiaan.
"Sebagai salah satu hasil dari interaksi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir baik secara fisik maupun pemikiran," katanya.
Menurut Fajar, buku itu ini berusaha membedah pemikiran Haedar Nashir tentang moderasi, bukan hanya dalam urusan beragama, tetapi juga yang lain termasuk kebangsaan dan lainnya.
"Peluncuran buku ini tidak semata-mata merayakan 66 tahun Pak Haedar. Tapi bagaimana kita mencoba merawat pemikiran moderat untuk bangsa ini," kata Fajar.
Peluncuran buku itu, juga dihadiri beberapa tokoh seperti Jusuf Kalla, Susi Pudjiastuti, Kardinal Suharyo, hingga Abdul Mu'ti.
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla menilai, pandangan moderat memang selalu dibutuhkan oleh bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Bahkan juga dibutuhkan oleh umat beragama, sebab dalam agama juga terdapat perbedaan-perbedaan.
Tokoh asal Sulawesi Selatan ini juga sepakat dengan Muhammadiyah yang mengarusutamakan pendidikan karena rendahnya pendidikan dan sikap toleransi seringkali menjadi sekam kering yang mudah dibakar oleh kepentingan sepihak.
Realitas itu, kata JK,juga yang menjadi pemicu saat kerusuhan di Poso.
"Pendidikan dan hubungan kita dapat merubah itu dan dengan toleransi yang baik akan berguna bagi bangsa Indonesia," kata JK.
Moderasi dalam pandangan Haedar Nashir, dalam buku itu,adalah tidak lembek dan bukan tanpa kejelasan, melainkan suatu sikap eklektik, tidak ekstrim kiri atau kanan.
Selain itu, moderasi yang dalam istilah Agama Islam disebut dengan wasathiyah juga mengandung nilai sebagai keunggulan dibandingkan dengan yang lain.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
La Liga Spanyol: Barcelona Siap Segel Gelar, Real Madrid dan Espanyol di Bawah Tekanan
-
Hari Lebaran, TNGGP Tutup Sementara Seluruh Destinasi Wisata di Gede-Pangrango
-
Lewat Kompetisi Redmi 15, Xiaomi Ajak Anak Muda Wujudkan Mimpi Umrah untuk Orang Tercinta
-
Inilah Hasil Kualifikasi Moto2 Portugal 2025
-
May Day 2026 Putar Roda Ekonomi UMKM Jakarta hingga Miliaran Rupiah
-
Arsenal Didenda FA Karena Langgar Alokasi Tiket Piala FA Lawan MU
-
John Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC Timnas Akhir Mei, tanpa Pemain Naturalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.