- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Pantang Mundur Pe...
Filipina Pantang Mundur Pertahankan Kedaulatan
Jumat, 01 Mar 2024, 02:45 WIBCANBERRA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, mengatakan bahwa negaranya akan terus memperjuangkan perdamaian regional dan berjanji menyelesaikan masalah ketika ia mencari dukungan dalam sengketa maritim dengan Tiongkok. Hal itu diucapkan Marcos Jr saat berpidato dihadapan parlemen Australia pada Kamis (29/2).
Ketika kapal perang Beijing terpantau berkeliaran di perairan lepas pantai negaranya, Marcos Jr mengatakan kepada anggota parlemen Australia bahwa Filipina kini berada di garis depan melawan tindakan yang merusak perdamaian regional, mengikis stabilitas regional, dan mengancam keberhasilan regional. Ia pun berjanji akan tetap teguh mempertahankan kedaulatan negaranya, meski menghadapi tantangan yang amat berat.
"Saya tidak akan membiarkan upaya apapun oleh kekuatan asing untuk mengambil satu inci persegi wilayah kedaulatan kami," kata Presiden Marcos Jr yang disambut tepuk tangan meriah. "Tantangan yang kami hadapi mungkin berat, namun tekad kami juga sama beratnya. Kami pantang menyerah," tegas dia.
Pihak berwenang Filipina pekan ini melaporkan telah mendeteksi kapal Angkatan Laut Tiongkok di sekitar Scarborough Shoal, sebuah wilayah di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang direbut oleh Beijing pada tahun 2012.
Beijing diketahui telah lama mengerahkan penjaga pantai dan kapal lain di sekitar Scarborough Shoal untuk mencegah akses Filipina. Presiden Marcos Jr menggambarkan pengerahan kapal perang oleh Tiongkok itu sebagai sebuah eskalasi baru dan amat mengkhawatirkan.
Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir telah mengembangkan kekuatan angkatan lautnya dengan pesat dan merebut sebagian besar wilayah maritimnya dengan harapan dapat memproyeksikan kekuatan militer dan politiknya jauh di luar wilayah negaranya.
"Perlindungan LTS sebagai jalur arteri maritim global sangat penting untuk menjaga perdamaian regional maupun global," ucap Presiden Filipina itu.
Cari Dukungan
Presiden Marcos Jr saat ini mungkin akan berusaha sekuat tenaga dalam hal mencari dukungan dari Australia, namun ia kemungkinan akan menghadapi tugas yang lebih berat dalam menggalang dukungan penuh dari negara-negara tetangganya di Asia tenggara.
Awal pekan depan, Australia dan negara-negara blok Asean di Asia tenggara akan mengadakan pertemuan puncak di Melbourne.
Meskipun sikap agresif Beijing di LTS diperkirakan akan mendominasi diskusi, banyak negara di meja perundingan, terutama Laos dan Kamboja, memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tiongkok.
Sementara banyak negara lain yang ingin tidak merusak hubungan dengan Beijing, karena Tiongkok adalah mitra dagang utama mereka.AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Bertani Tidak Lagi Identik dengan Lumpur dan Hidup Pas-pasan, Wamentan: Pertanian Kini Jadi Ladang Cuan dan Miliki Masa Depan Cerah
-
Memanas Lagi! Tiongkok dan Filipina Saling Tuding Soal Insiden Tabrakan Kapal di LTS
-
Gubernur Maluku Ajak Umat Islam Jaga Perdamaian di Momentum Maulid Nabi 1447 H
-
Kapal Tiongkok Kandas di Lepas Pantai Pulau yang Diduduki Filipina di LTS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.