Mi Lethek Kemasan Kering Jadi Inovasi Unggulan Desa Preneur Srandakan untuk Majukan UMKM.
Sabtu, 27 Jun 2026, 19:58 WIBPemerintah Kapanewon/Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Desa Preneur dengan mengembangkan inovasi produk makanan khas lokal berupa mi lethek kemasan kering yang dapat disajikan layaknya mi instan.
Panewu/Camat Srandakan Karjiyem di Bantul, Sabtu, mengatakan Program Desa Preneur merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan potensi dan kearifan lokal.
"Program ini fokus membentuk unit-unit usaha berskala desa yang dikelola oleh warga setempat melalui penguatan kapasitas wirausaha, pelatihan keterampilan, dan digitalisasi," katanya.
Menurut dia, melalui program tersebut produk tradisional khas Kapanewon Srandakan yakni mi lethek kemudian dikembangkan menjadi mi lethek kemasan kering dengan merek Yumurti yang diambil dari nama Kalurahan Trimurti sebagai salah satu produk unggulan Desa Preneur Trimurti.
"Produk Mi Lethek Yumurti dibuat dari bahan alami tanpa pengawet," katanya.
Karjiyem mengatakan produk tersebut tersedia dalam berbagai varian rasa untuk menyesuaikan selera masyarakat saat ini dan cara pengolahannya juga dibuat praktis seperti mi instan yang beredar di pasaran.
"Harapan kami, mi lethek ini tidak hanya dinikmati warga Srandakan, tetapi juga masyarakat Bantul, Indonesia, bahkan hingga mancanegara," katanya.
Ia menjelaskan tepung singkong sebagai bahan baku mi lethek diperoleh dari daerah sekitar, karena di Kalurahan Trimurti tidak terdapat kawasan khusus budidaya singkong.
"Bahan bakunya didatangkan dari Kulon Progo, Pundong, dan kapanewon sekitar," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Desa Preneur dan pengembangan produk UMKM tersebut juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
"Saat ini ada enam orang yang kami pekerjakan untuk memproduksi mi lethek kemasan kering," kata Karjiyem.
Ketua Desa Preneur Kalurahan Trimurti, Srandakan Sulastri mengatakan ide pembuatan mi lethek kemasan kering berawal dari banyaknya penikmat mi lethek yang kesulitan membuat bumbu sendiri di rumah.
"Tidak semua orang bisa membuat bumbu mi lethek, jadi kami berinovasi agar bumbu ini bisa dimasak dengan mudah di mana saja," kata Sulastri.
Ia mengatakan pengembangan produk tersebut sejak awal didampingi Dinas Koperasi dan UKM DIY yang saat ini sudah ada lima varian rasa, yakni kari, soto, plecing, mi rebus original, dan mi goreng original.
Menurut dia, produk mi lethek kemasan kering juga menjadi upaya memperkenalkan makanan khas Bantul kepada masyarakat di seluruh Indonesia hingga mancanegara.
"Kalau warga sini berkunjung ke luar Jawa, produk ini bisa dijadikan oleh-oleh," katanya.
Harga jual mi lethek goreng dipatok Rp17 ribu, sedangkan mi lethek rebus Rp15 ribu per kemasan dengan berat sekitar 100 gram.
Sulastri mengatakan mi lethek yang digunakan diproduksi oleh pelaku UMKM di sekitar sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan UMKM setempat.
"Produk ini lahir pada 2024 dan hingga saat ini terus diproduksi untuk dipasarkan di sekitar 50 toko oleh-oleh di Yogyakarta," ujarnya.
Selain dipasarkan melalui toko oleh-oleh, promosi produk juga dilakukan secara daring melalui media sosial dan marketplace.
"Kadang kami juga siaran langsung di TikTok karena cukup membantu penjualan," katanya.
Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar 100 hingga 200 bungkus mi lethek kemasan kering dengan omzet kotor sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan.
"Kalau saat Lebaran atau musim liburan bisa mencapai Rp20 juta," ujarnya.
Ia menjelaskan mi lethek merupakan olahan berbahan dasar tepung singkong tanpa menggunakan tepung terigu sehingga bebas gluten (gluten-free).
Ia menyebut Desa Preneur Trimurti dibentuk pada 2023 sebagai wadah untuk mempromosikan berbagai produk unggulan UMKM setempat.
"Ada beragam produk mula wingko babat hingga mi lethek," katanya.
- mi lethek instan
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.