BRIN: Bioetanol Aren Lebih Irit

Sabtu, 27 Jun 2026, 20:47 WIB

JAKARTA – Bioetanol berbahan baku aren bukan lagi sebatas konsep di laboratorium. Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Saptadi Darmawan, mengungkapkan bahan bakar nabati tersebut telah diuji coba.

Uji coba dilakukan pada sepeda motor dan menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, pengujian yang dilakukan menunjukkan bioetanol aren mampu meningkatkan performa kendaraan sekaligus membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Ket. Foto: Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Saptadi Darmawan saat ditemui di Kawasan Bogor, Jawa Barat — Sumber: RRI/Ryan Suryadi

“Kami sudah aplikasikan menggunakan motor dan hasilnya lebih bagus. Tenaganya lebih kuat, dan juga lebih irit,” kata Saptadi kepada wartawan di kawasan Kantor Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/6).

Selain uji coba di kendaraan, proyek percontohan bioetanol aren juga telah dilakukan di Kamojang melalui kolaborasi dengan Pertamina. Percontohan dilakukan atas inisiasi Kementerian Kehutanan.

Sementara itu, BRIN juga telah melakukan pengujian pada skala laboratorium. Meski demikian, Saptadi menegaskan pemanfaatan bioetanol aren masih berada pada tahap riset.

Menurutnya, dibutuhkan dukungan kebijakan agar teknologi tersebut dapat dikembangkan. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

“Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana kebijakannya bisa terus berlanjut sampai masyarakat mengerti menggunakannya. Selama ini masih sebatas riset sehingga perlu pengembangan lebih lanjut,” ujar dia.

Saptadi menilai aren merupakan salah satu bahan baku bioetanol yang potensial karena lebih mudah diolah. Dibandingkan dengan bioetanol generasi kedua maupun ketiga yang berasal dari biomassa lignoselulosa.

Namun, ia mengingatkan pengembangan tanaman aren harus tetap dilakukan di lahan marginal. Hal itu agar tidak mengganggu kelestarian hutan dan tetap mendukung fungsi konservasi.

“Saya optimis dengan ini tetapi belum bisa di pastikan apakah kapasitas produksi aren nasional mampu memenuhi kebutuhan. Apabila nantinya menjadi sumber utama campuran bahan bakar,” kata dia.

Menurut dia, perhitungan mengenai ketersediaan lahan dan kapasitas produksi merupakan kewenangan pemerintah. Khususnya Kementerian Kehutanan, agar target pengembangan bioenergi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian hutan.

Sebagai gambaran, uji coba di Kamojang menunjukkan produksi sekitar 1.000 liter bioetanol per hektare tanaman aren. Namun ia mengaku belum mengingat jumlah pasti populasi tanaman yang digunakan dalam perhitungan tersebut. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Basarnas Evakuasi Lansia-Ibu Hamil di NTT yang Sakit dan Trauma Gempa

Sidang Kasus Praktik Calo Jabatan oleh Bupati Nonaktif Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Peran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

Gibran Tinjau Dampak Gempa di NTT, Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga Jadi Prioritas

Mesin Ekonomi Baru di Pesisir! KNMP Konawe Suplai 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor ke Luar Kota

Komisi X DPR Minta BPK NTT Laporkan Kondisi Situs Budaya yang Terdampak Gempa

Kejar Target Bebas Emisi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Operasikan 10 Ribu Bus Listrik

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya

Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai

Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia, Data Real-time IQAir Catat AQI 161

Fantastis! Sindikat Pemalsuan Materai di Lima Provinsi Rugikan Negara Rp1,03 Triliun

BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.