Prof Helmizar Rekomendasikan Dadih Khas Minang untuk Cegah Stunting.
Sabtu, 27 Jun 2026, 20:48 WIBPakar sekaligus Guru Besar dari Fakultas Kesehatan, Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Prof Helmizar merekomendasikan konsumsi dadih yakni panganan lokal asal Ranah Minang sebagai salah satu upaya untuk pencegahan tengkes. Â
"Dadih merupakan fermentasi susu kerbau tradisional yang kaya protein, asam amino esensial, mineral serta mengandung bakteri asam laktat yang berfungsi sebagai probiotik," kata dia di Padang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan Prof Helmizar saat pengukuhannya sebagai guru besar dalam bidang ilmu gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNAND.Â
Dalam orasinya, Prof Helmizar mengatakan penelitian intervensi yang dilakukan pada ibu hamil menunjukkan bahwa suplementasi dadih dan kombinasi dadih dengan zink selama kehamilan memberikan manfaat terhadap status gizi ibu. Â
Termasuk meningkatkan status mikronutrien serta memperbaiki sistem imunitas ibu dan bayi. Pemberian dadih dan zink terbukti mampu menurunkan prevalensi defisiensi zink pada ibu hamil dan meningkatkan kadar secretory Immunoglobulin A yang merupakan salah satu indikator penting sistem kekebalan mukosa.
"Selain itu, bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan intervensi menunjukkan kecenderungan memiliki status kesehatan dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol," ujar dia.
Dalam penelitian lanjutannya hingga anak berusia dua tahun menunjukkan prevalensi stunting, kurang gizi dan kurus cenderung lebih rendah pada kelompok anak yang ibunya mendapatkan suplementasi dadih dan zink selama kehamilan dibandingkan kelompok kontrol.
Selain aspek pertumbuhan fisik, penelitiannya juga mengkaji perkembangan kognitif, bahasa dan motorik anak menggunakan instrumen Bayley Scale III. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar anak memiliki skor perkembangan yang berada pada kategori normal hingga superior.
Pada kesempatan itu, ia mengatakan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan intervensi gizi. Dukungan periode 1.000 hari pertama kehidupan anak harus didukung oleh pola asuh yang tepat dari orang tua.
Menurutnya, pola asuh berbasis kearifan lokal di Sumbar yang dikenal dengan istilah Manjujai juga terbukti mendukung perkembangan kognitif, bahasa dan sosial emosional anak.
Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh kecukupan gizi, tetapi juga kualitas pengasuhan, lingkungan psikososial hingga stimulasi perkembangan yang diberikan keluarga.
- dadih khas Minang
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.