Tertinggal dari Malaysia, Perusahaan Teknologi Asal Yogya Ini Dorong Unifikasi Data Perusahaan di Indonesia
Rabu, 28 Feb 2024, 10:33 WIBYOGYAKARTA - Unifikasi data terbukti meningkatkan keuntungan tahunan perusahaan sampai 30 persen namun sayang jika diibandingkan dengan Malaysia dan Singapura, tingkat adopsi unifikasi data top 200 perusahaan di Indonesia tertinggal sekitar 5-10 tahun.
"Semua insight dari market intelgence global menunjukkan lambatnya adopsi unifikasi data perusahaan di Indonesia, kita ingin bisa dipercepat. Maka kita fokus pada teknologi sesuai dengan kebutuhan dan kultur perusahaan di Indonesia, sehingga bisa transformative," kata CEO Volantis Technology, Bachtiar Rifai, dalam diskui internal Volantis Technology, akhir pekan kemarin di Yogyakarta.
Untuk diketahui, unifikasi data adalah penyatuan semua data perusahaan yang selama ini terpisah-pisah (data penjualan, data karyawan, data produksi, data marketing, data pengembangan, dll) ke dalam sebuah platform terpadu sehingga seluruh informasi perusahaan bisa dilihat secara holistik seperti memakai kacamata helikopter.
Bachtiar menjelaskan ketertinggalan Indonesia dalam unifikasi data seringkali tidak semata karena faktor teknis melainkan lebih pada kultur perusahaan seperti pada ketakutan bos akan biaya unifikasi data atau menganggap proses transisi dari data terpisah ke unifikasi menjadi rumit dan memakan waktu panjang.
"Tau nggak kenapa kita tertinggal? Karena bos-bos di pucuk pimpinan menganggap unifikasi data itu rumit. Padahal, Volantis membuktikan enggak rumit kok. Teknologi justru kita bikin untuk mempermudah para bos mengerti bagaimana perusahaannya running well dan untung kan," kata Bachtiar.
Lebih jauh, Chief Product Officer (CPO) Volantis Technology, Dadan Ramdan, menyatakan bahwa teknologi Volantis hadir untuk mempermudah proses unifikasi data, menyediakan solusi langkah-langkah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran perusahaan.
Dalam menanggapi kekhawatiran top manajemen terhadap biaya dan kompleksitas implementasi unifikasi data, Dadan Ramdan menekankan perlunya pemahaman Volantis terhadap keberagaman organisasi perusahaan di Indonesia dan solusi yang tersedia dalam berbagai paket harga.
"Dengan pendekatan transformasional yang gradual, Indonesia dapat berhasil mengejar ketertinggalan dan menyalip Malaysia dalam adopsi teknologi unifikasi data," kata Dadan.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Jalan Poros Yasin Limpo Gowa Mulai Diperbaiki
-
Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Dialihkan Diam-Diam, MAKI: Ini Baru Pertama Sejak 2003
-
Dirut Bulog Nyatakan Stok Beras Aman, Mencapai 4,3 Juta Ton
-
PT KAI Tetapkan Tarif LRT Jabodebek Rp1 saat Lebaran
-
Polrestro Jakbar Gencar Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Pemudik
-
Sinner Singkirkan Zverev, Pastikan Tempat di Final Miami Open Lawan Lehecka
-
KKP Bekali Pengurus KNMP Teknik Pengelolaan Gudang Beku
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.